3 Brownies Unik dengan Manfaat Menarik

Hai, Sahabat Sehat! Tentu sudah familiar dong dengan brownies? Yap, produk bakery yang umumnya berbahan dasar cokelat dan bertekstur agak bantat ini memang banyak disukai orang. Biasanya, brownies dibuat dari tepung, cokelat baik batang maupun bubuk, margarin, gula pasir, dan telur.

Sayangnya, bahan-bahan tersebut dinilai kurang sehat karena mengandung tinggi gula dan lemak. So, saat ini banyak yang memodifikasi brownies dengan bahan lain yang kaya akan zat gizi.

ragam olahan brownies sehat
Foto: Pixabay.com

Brownies Tepung Mocaf, Jagung, dan Kedelai Hitam

Bahan yang dibutuhkan antara lain: tepung modifikasi terdiri dari 50% tepung mocaf, 25% tepung kedelai hitam, dan 25% tepung jagung (100 g), gula pasir (100g), margarin (100 g), telur (80 g), susu skim (20 g), cokelat batang (60 g), coklat bubuk (14 g), serta cake emulsifier (SP) dan baking powder secukupnya.

Tepung kedelai hitam diperoleh dengan merendam kedelai hitam selama 2 jam, kemudian dikeringkan dalam oven (50˚C selama 8 jam). Kedelai hitam kering selanjutnya dihaluskan hingga menjadi tepung. Setelah itu, tepung kedelai hitam dapat dicampurkan dalam adonan pembuatan brownies. Penggunaan tepung kedelai hitam sebagai bahan dasar pembuatan brownies akan meningkatkan kandungan serat dan protein pada makanan manis ini loh!

Brownies Tepung Ubi Jalar Ungu dan Mocaf

Bahan untuk membuat brownies kukus ini, yaitu tepung ubi jalar ungu, tepung mocaf, telur, margarin, cokelat batang, cokelat bubuk, serta cake emulsifier (SP). Berdasarkan salah satu hasil peelitian yang diunggah dalam Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK), perbandingan tepung ubi ungu dan mocaf yang menghasilkan brownies paling disukai adalah 30%:70%.

olahan brownies dari tepung mocaf
Foto: Pixabay.com

Penggunaan tepung bahan lokal ini bisa menggantikan tepung terigu loh! Selain itu, produk yang dihasilkan jadi bebas gluten. So, cocok banget untuk penderita gluten intolerance, kan?

Brownies Tepung Oncom Hitam dan Sorgum

Bahan yang dibutuhkan antara lain, tepung oncom hitam (90 g), tepung sorgum (30 g), margarin (80 g), susu skim (12 g), gula pasir (110 g), dark chocolate (160 g), telur (90 g), cokelat bubuk (5 g) serta ditambah sedikit valini, garam, dan baking powder. Adapun tepung oncom bisa dibuat dengan cara mengukus irisan tipis oncom, kemudian dihancurkan dan dioven (60˚C selama 4,5-5 jam), lalu dihaluskan dan diayak. Tepung oncom pun siap digunakan dalam adonan brownies.

Hasil percobaan menunjukkan brownies ini memiliki kadar aflatoksin dibawah batas toleransi, yang aman dikonsumsi balita. Setiap 1 potong (34 gram) brownies oncom ini sudah memenuhi batas minimal persyaratan makanan tambahan bagi balita dan sudah memenuhi 10% AKG balita mulai dari protein, lemak, energi, zat besi hingga serat pangan.

Nah, gimana Sahabat Sehat! Menarik dan unik sekali kan macam browniesnya. Penasaran ngga sih dengan rasanya? Jangan lupa coba recook ya. Semoga informasi ini bermanfaat. Keep healthy and happy!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Setyadjid, OP, Setiyaningrum Z. 2022. Uji organoleptik dan uji kadar air formulasi brownies kukus tepung ubi jalar ungu dan tepung mocaf. Jurnal Ilmiah Gizi Kesehatan (JIGK)3(02): 45–52. http://jurnal.umus.ac.id/index.php/JIGK/article/view/623/410

Fizriani A, Putri NE, Triandita N. 2019. Sifat kimia dan sensori brownies berbahan baku tepung mocaf, jagung, dan kedelai hitam. FoofTech: Jurnal Teknologi Pangan. 2(2): 24-34. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jft/article/view/40799

Novia R. 2018. Pengembangan produk brownies dengan substitusi tepung oncom hitam dan sorgum untuk balita gizi kurang [skripsi]. Bogor (ID): IPB

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.