3 Makanan yang Dianjurkan untuk Menopause

Pada fase kehidupannya, perempuan akan mengalami proses transisi yaitu berakhirnya siklus menstruasi (menopause). Proses ini banyak dikaitan dengan gejala ngga nyaman dan meningkatkan risiko terkena penyakit tertentu. Tetapi, gejala dan risikonya bisa dikurangi dengan merapkan diet yang tepat. Pada artikel ini, kamu akan mengetahuinya.

Terjadinya menopause

Proses ini terjadi 12 bulan setelah perempuan mengalami menstruasi terakhirnya. Menjelang terjadinya, ada fase transisi menopause yang dimulai antara usia 45 sampai dengan 55 tahun. Gejala yang terkait dengan proses transisi siklus menstruasi ini, bisa berlangsung selama beberapa tahun yaitu, 7 – 14 tahun.

Apa sih, perubahan yang terjadi?

Menopause akan menyebabkan penurunan produksi hormon estrogen di dalam tubuh. Penurunan hormon ini, akan berpengaruh pada metabolisme karbohidrat yang akan menyebabkan penambahan berat badan dan kadar kolestrol dalam darah.

Selain itu, perubahan hormon estrogen juga meyebabkan penurunan kepadatan tulang yang akan meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang. Masa ini juga menyebabkan perempuan mengalami gangguan tidur dan hot flashes atau kondisi tubuh yang terasa sangat panas, sehingga menganggu.

Konsumsi produk susu

Produk susu dan olahannya, seperti susu segar, yoghurt, dan keju yang kaya akan zat gizi (kalsium, fosfor, magnesium, kalium, Vitamin D dan Vitamin) penting, loh! Berikut beberapa manfaatnya:

  1. Kesehatan tulang. Perempuan yang mengalami masa ini, akan memiliki kepadatan tulang yang lebih tinggi dibandingkan seseorang yang dalam satu hari ngga mengonsumsi susu dan protein hewani.
  2. Kandungan asam amin glisin pada susu, yoghurt, dan keju yang memberikan manfaat meningkatan kualitas tidur atau tidur lebih nyenyak pada perempuan menopause.
  3. Konsumsi susu yang kaya akan vitamin D dan kalsium membantu perempuan menurunkan risiko menopause dini yang terjadi pada sebelum usia 45 tahun sebesar 17%.

Konsumsi lemak

Ada pertanyaan, “Apakah kandungan lemak dalam makanan boleh dikonsumsi pada perempuan menopause?”. Konsumsi lemak juga bisa memberikan manfaat, loh! Tapi ingat, lemak yang boleh dikonsumsi adalah lemak ‘sehat’, seperti asam lemak omega-3.

Asam lemak ini, banyak terdapat pada ikan makarel, salmon, ikan teri, biji rami dan chia. Ternyata asam lemak ini, membantu menurunkan frekuensi hot flash dan rendahnya tingkat keparahan keringat saat tidur di malam hari.

Konsumsi buah dan sayur

Kamu pasti sudah tahu, bahwa buah-buahan dan sayur-sayuran kaya akan zat gizi vitamin, mineral, serat dan antioksidan. Konsumsi buah dan sayur, sangat penting karena mengonsumsinya 5 porsi per hari, membantu menurunkan hot flashes pada perempuan menopause sebesar 19%, loh!

Ada informasi spesifiknya, nih! Rutin mengonsumsi brokoli, bisa meningkatkan kadar hormon estrogen yang melindungi tubuh terhadap kanker payudara. Studi selanjutnya mengatakan bahwa mengonsumsi suplemen berbahan dasar kedelai selama empat minggu meningkatkan 14% hormon estrogen.

Meningkatkan kadar hormon ini, bisa juga didapatkan dari makanan yang mengandung fitoestrogen seperti kedelai, buncis, kacang tanah, anggur, beri, dan plum. Peningkatan hormon ini, akan membantu meringankan beberapa gejala menopause, loh! Jangan lupa, 50% piring makan kamu, harus diisi dengan buah dan sayur, ya!

Nah, bagaimana Teman Sehat? Semoga bisa membantu kamu yang sedang menuju masa transisi atau orang-orang terdekatmu, ya! Yuk, sama-sama lewati masa ini dengan konsumsi makanan yang bergizi. Jangan lupa bagikan artikel ini, oke?

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *