Brain Fog, Penurunan Memori Menjelang Menopause

Teman Sehat, seperti yang telah telah diketahui, menopause merupakan kondisi berakhirya siklus menstruasi perempuan secara alami di umur 40 atau 50-an. Saat menjelang menopause, muncullah gejala berkaitan dengan penurunan kemampuan memori bernama brain fog. Daripada penasaran, yuk simak penjelasan berikut ini!

Menopause

woman holding film camera

Menopause ditandai dengan berhentinya siklus menstruasi sehingga menyebabkan penurunan hormon reproduksi. Selama masa transisi menopause, empat hingga enam tahun sebelum menstruasi berakhir, biasanya terjadi perubahan aktivitas ovarium yang signifikan dan kemunduran fungsi hipotalamus otak. Pada saat masa transisi ini, perempuan biasanya mengalami berbagai gejala seperti perasaan panas mendadak, gangguan tidur, perubahan suasana hati, dan brain fog

Brain fog

Brain fog merupakan gejala neurologis yang menjadi keluhan utama perempuan dalam masa transisi menopause. Hal ini bisa berdampak pada kualitas hidup, produktivitas, dan kesehatan fisik. Secara khusus, perempuan yang mengalami brain fog memiliki gejala seperti gangguan perhatian dan kecepatan dalam memproses informasi dan memori. Akhirnya, tingkat fokus pun berkurang, mudah lelah, dan mudah lupa terhadap sesuatu. Kondisi brain fog dapat menjadi indikasi peningkatan risiko demensia.

Cara penanganan 

Pada beberapa perempuan, brain fog mungkin terasa lebih ringan dan bisa hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun, ada beberapa perempuan yang mengalami masalah ini dalam waktu yang cukup lama sehingga membuat mereka lupa untuk mengetahui nama benda atau kesulitan mengikuti petunjuk yang diberikan. Ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi kondisi tersebut:

man in teal dress shirt reading book

  1. Melakukan latihan aerobik

Biasakan latihan aerobik untuk meningkatkan kesehatan otak. Bersepeda selama 60 menit terbukti mampu membantu meningkatkan kemampuan otak, menciptakan pembuluh darah baru, serta memperbaiki sel-sel lama. Selain bersepeda, aktivitas aerobik juga dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak.

  1. Menurunkan tingkat stres
    Stres ternyata bisa membahayakan otak. Hal ini disebabkan hormon kortisol yang dihasilkan tubuh sebagai respon terhadap situasi atau peristiwa dapat mempengaruhi memori pada otak. Bila stres tiba-tiba menyerang, maka cara paling sederhana untuk mengatasinya yakni dengan menarik napas. Kamu juga bisa mencoba yoga untuk menurunkan tingkat stres.
  1. Konsumsi air putih yang cukup

Dehidrasi merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan cairan. Jika seseorang mengalami dehidrasi, maka metabolisme pun ngga lancar sehingga mempengaruhi fungsi otak.

  1. Konsumsi makanan yang bergizi

Konsumsi makanan yang baik untuk perkembangan otak adalah jenis makanan yang mengandung omega-3 yakni DHA dan EPA. Keduanya bisa ditemukan pada salmon, makarel, sardin, serta kacang-kacangan. Konsumsi makanan dengan kandungan omega-3 dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif otak, serta membantu mengurangi resiko brain fog.

Teman Sehat, brain fog biasa dialami oleh perempuan di masa transisi menopause. Ada baiknya jika kamu merawat kesehatan diri supaya otak pun tetap terjaga dengan baik sehingga mampu membantu menurunkan risiko terjadinya penyakit berkaitan dengan memori. Jangan lupa bagikan informasi bermanfaat ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!

Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *