4 Prinsip saat Berolahraga yang perlu Kamu Tahu!

Teman Sehat, sudah bukan rahasia lagi jika olahraga merupakan aktifitas yang memiliki segudang manfaat bagi kesehatan, salah satunya turunnya berat badan. Tapi, banyak juga yang sudah sering melakukannya, berat badannya ngga turun-turun. Nah, apakah kamu merasakan hal yang sama? Apakah gerakan yang dilakukan sudah tepat? Mungkin kamu bisa cek  4 prinsip olahraga ini. Yuk, simak penjelasannya!

1. Frekuensi

Frekuensi menunjukan seberapa sering kamu berolahraga dalam 1 minggu atau dalam 1 periode tertentu. World Health Organization (WHO) menganjurkan dalam seminggu minimal berolahraga 3-5 kali untuk jenis aerobic dan 2 kali untuk aktivitas penguatan massa otot.

2. Intensitas

Intensitas menunjukan seberapa besar kemampuan kamu dalam berolahraga. Semakin tinggi tingkat kesulitannya, maka semakin tinggi intensitasnya. Jika kamu seorang pemula, maka baiknya lakukan yang sederhana dulu. Saat dipaksakan melakukan olahraga yang terlalu berat, akan menimbulkan kesakitan pada tubuh. Ingat, tubuh juga perlu adaptasi dan saat mulai terbiasa, naikkanlah intensitasnya secara bertahap.

Dikutip pada laman American Heart Association (AHA) dan Hopkins, untuk mengetahui seberapa keras berolahraga, kamu perlu menghitung target Heart Rate Zone. Target Heart Zone merupakan jumlah aman detak jantung per menit saat berolahraga. Biasanya mencapai 50-85% dari detak jantung maksimal per menit yang berbeda sesuai usia.

Contohnya, kamu berusia 20 tahun memunyai detak jantung maksimal per menit 200 bpm (beats per menit). Saat kamu berolahraga maka setidaknya jumlah detak jantung mencapai 50-85% yaitu antara 100-170 bpm. Jika melebihi 170 bpm artinya olahraga yang dilakukan sudah cukup berat dan melelahkan.

3. Waktu

Waktu yang dimaksud adalah durasi kamu berolahraga dalam seminggu atau sehari. WHO menyarankan setidaknya 150 menit dalam seminggu atau 30 menit dalam sehari untuk olahraga   moderate – intensity aerobic. Adapun 75 menit dalam seminggu atau 15 menit per hari untuk olahraga aerobic vigourous – intensity aerobic.

4. Jenisnya

Ada dua jenis olahraga yang paling banyak dikenal, yaitu Aerobic dan Anaerobic. Aerobic merupakan olahraga yang membutuhkan oksigen sebagai bahan bakarnya. Contohnya yaitu jogging, jalan cepat, dan berenang. Manfaatnya membangun ketahanan tubuh, meningkatkan sistem imun, dan melancarkan peradaran darah.

Selanjutnya anaerobic, yaitu olahraga yang ngga membutuhkan oksigen, atau mengandalkan energi dari cadangan glukosa atau lemak. Hal ini dikarenakan jenis olahraga ini, merupakan olahraga dengan intensitas tinggi, sehingga membutuhkan oksigen dalam waktu cepat.

Contohnya yaitu push up, sit up, dan lari cepat. Manfaatnya yaitu untuk meningkatkan kekuatan massa otot sehingga ngga mudah lelah saat melakukan aktifitas berat, seperti hiking. Idealnya jika kamu ingin menurunkan berat badan dan manfaat kesehatan yang maksimal, lakukanlah kombinasi keduanya.

Nah Teman Sehat, itulah 4 prinsip yang penting untuk kamu perhatikan. Usahakan rutin berolahraga ya, dengan diimbangi konsumi air putih yang cukup dan makanan bergizi seimbang agar hasilnya semakin maksimal. Tetap semangat, ya! Jangan lupa share dan comment artikel ini!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *