5 Hal yang Bikin Kamu Berpikiran Ulang untuk Marah

Halo Teman Sehat! Apakah kalian tergolong orang yang gampang marah atau sehari-hari dikelilingi orang yang sulit mengontrol emosinya? Marah pada dasarnya adalah respons alami saat seseorang merasa diserang, tertipu, frustasi, atau memperoleh perlakuan yang ngga adil. Tapi, berada pada kondisi ini secara terus-menerus pastinya ngga baik buat kesehatan fisik maupun mental.

Beberapa studi dan teori menunjukan beberapa efek emosi marah terhadap tubuh seseorang. Yuk cari tahu!

1. Meningkatan tekanan darah

Teman Sehat pasti sering dinasehati “jangan marah-marah nanti darah tinggi loh!”. Ternyata hal ini benar adanya. Saat seseorang marah, hormon stres seperti adrenalin dan kortisol akan dihasilkan oleh tubuh yang efeknya berupa peningkatan denyut jantung. Kalau hal ini berlangsung secara terus-menerus pastinya akan berdampak lebih lanjut pada tekanan darah dan kesehatan jantung seseorang. Kebayangkan kan bahayanya?

2. Melemahkan sistem imun tubuh

Bayangin kalau Teman Sehat mudah marah sepanjang waktu, maka tubuh akan merasa sakit terus-menerus. Menurut peneliti, aktivitas otak yang berhubungan dengan emosi negatif menyebabkan rendahnya repons imun tubuh. Sebuah studi menunjukan, orang sehat yang mencoba mengingat pengalaman marahnya di masa lalu bahkan mengalami penurunan kadar Immunoglobulin A selama 6 jam. Yuk, pikir-pikir lagi kalau mau marah!

3. Mempengaruhi kesehatan otak

Otak adalah mesin tercanggih dalam tubuh manusia yang bisa mendeteksi perubahan apapun yang terjadi di dalam tubuh. Saat emosi marah terjadi, otak akan mengeluarkan hormon stres yang mempengaruhi tekanan darah maupun kadar gula darah. Dalam National Forum Journal of Counselling and Addiction disebutkan bahwa marah mempengaruhi saraf di daerah hipotalamus yang nantinya akan mengeluarkan zat kimia bernama katekolamin. Efeknya adalah tubuh akan memperoleh energi yang bisa bertahan selama beberapa menit namun efeknya juga memicu tingginya tekanan darah dan laju pernafasan.

4. Berujung pada depresi

Berbagai teori menunjukan bahwa emosi marah berperan penting dalam berkembangnya depresi. Teman Sehat bisa bayangin dong kalau setiap hari diisi dengan kemarahan maka nanti akan berujung pada stres bahkan depresi. Coba kalian amati lingkungan sekitar, orang yang rentan depresi adalah orang yang mudah marah juga. Be careful guys!

5. Memperpendek usia

Nah, untuk alasan yang satu ini ngga main-main ya, Teman Sehat! Selain berakibat pada peningkatan tekanan darah dan lemahnya sistem imun tubuh, marah juga ‘memperumit’ kondisi kesehatan secara umum. Marah tingkat tinggi membuat sistem imun tubuh turut mengalami depresi yang berdampak pada berkurangnya kemampuan sistem imun dalam memerangi sel-sel tumor. Selain itu, marah juga terbukti dapat meningkatkan risiko kematian akibat kanker.

Nah, udah cukup bukti kan kalau marah ternyata banyak dampak buruknya baik bagi kesehatan fisik maupun mental? Meskipun marah adalah manusiawi, kita harus terus belajar mengendalikannya. Yuk bagi Tips kalian dalam mengendalikan kemarahan!

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *