Apakah Meninggalkan Sarapan bisa Menyebabkan Pikun?

Teman Sehat, sarapan merupakan kegiatan yang memiliki manfaat untuk memenuhi kebutuhan harian mu. Banyak orang yang meninggalkan aktivitas ini dan menganggapnya ngga wajib karena beberapa alasan, seperti sedang menurunkan berat badan, terlambat bagun, malas untuk menyiapkan sarapan, terburu-buru saat ke kantor maupun ke sekolah hingga masih rendahnya pengetahuan mengenai sarapan.

Tapi, tahukah kamu ternyata meninggalkan sarapan bisa menyebabkan pikun? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Asal katanya

Dalam bahasa Inggris, sarapan (breakfast) berasal dari kata “break” dan “fast” yang secara harfiah artinya yaitu buka puasa. Buka puasa yang dimaksudkan yaitu asupan makanan yang diperlukan oleh tubuh setelah melewati waktu tidur yang panjang.

Hal ini dikarenakan saat kamu tidur, tubuh ngga menerima asupan makanan apapun. Sarapan memiliki banyak manfaat, yaitu untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, menjaga stamina tubuh, menjaga ketahanan fisik, dan meningkatkan fungsi otak untuk daya ingat.

Mengapa tubuh butuh asupan makanan?

Setelah tidur sepanjang malam, tubuh kamu perlu mendapatkan asupan energi dan zat gizi untuk melakukan kegiatan fisiologis (fungsi kerja) tubuh. Sarapan yang baik dan berkualitas bisa membuat persediaan energi dan zat gizi kamu lebih banyak, sehingga fungsi kerja tubuh bisa optimal.

Sebaliknya, meninggalkan aktivitas ini ataupun kualitasnya yang rendah, bisa menyebabkan fungsi kerja tubuh yang ngga optimal, peningkatan asupan makanan lebih banyak dan menjadi beban bagi saluran pencernaan. Tentunya, hal ini berbahaya bagi kesehatan.

Benarkah bisa menyebabkan pikun?

Tahukah kamu, meninggalkan sarapan bisa menyebabkan fungsi kognitif (kecerdasan) menjadi menurun? Yap, penurunan ini bisa terjadi pada rangsangan otak, sehingga muncul respon yang lambat. Di pagi hari, simpanan energi kamu akan berkurang karena adanya penggunaan energi saat tidur, sehingga kandungan gula darah di dalam tubuh akan menurun.

Jumlah gula darah yang menurun, akan menyebabkan kerja tubuh kurang optimal, sehingga butuh asupan makanan agar jumlanya tetap stabil. Aktivitas ini memiliki efek langsung pada kadar gula darah di dalam tubuh dan fungsi kecerdasan. Otak bisa bekerja dengan baik ketika kadar gula darah di dalam tubuh berada pada kisaran 80-120 mg/dL. Jika jumlahnya kurang dari itu, maka kamu akan merasa cepat lapar, kelelahan, dan mengalami penurunan konsentrasi, sehingga akan menurunkan fungsi kecerdasan.

Jadi, bagaimana sarapan yang baik?

Sarapan yang baik, yaitu mengonsumsi menu makanan yang mengandung zat gizi karbohidrat, protein, serat, vitamin dan mineral secara seimbang untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi dan proses metabolisme di dalam tubuh. Terdapat acuan makanan sehat dari Kemenkes RI yaitu “Isi Piringku” untuk porsi sekali makan.

Pada porsi yang dihidangkan dalam sekali makan, jumlah porsi nasi dan lauk-pauk harus sebanding dengan porsi sayuran dan buah-buahan. Jadi, jika kamu makan pada satu piring, akan ada 2/3 porsi makanan pokok, 1/3 porsi lauk-pauk, 2/3 porsi sayur dan 1/3 porsi buah. Selain itu, jangan lupa minum air putih 8 gelas per hari, cuci tangan dengan air mengalir, dan melakukan aktivitas fisik dengan waktu minimal 30 menit per hari, ya Teman Sehat!

Nah itulah beberapa hal yang perlu kamu tahu mengenai sarapan. Jangan bilang kalau aktivitas ini ngga penting ya, Teman sehat! Selain memenuhi kebutuhan energi harian mu, aktivitas ini juga baik untuk fungsi kecerdasan, loh! Yuk, jangan lupa sarapan!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.