Hutan Indonesia, Paru-Paru Dunia yang Menyehatkan Fisik dan Mental

Halo, Teman Sehat! Hutan dikenal sebagai objek utama dalam konservasi alam yang pasti sering kamu dengar. Ekosistem yang dikenal rindang dengan suasana asri  ini disajikan oleh alam langsung tanpa perlu campur tangan manusia. Banyaknya tumbuhan dan pepohonan dipercaya mampu memberikan pasokan oksigen yang kamu hirup dengan bebas ini. Tapi, tahukah kamu kondisi hutan Indonesia saat ini? Penasaran ngga sih dengan manfaat kesehatan yang bisa diperoleh? Check it out!

Hutan Indonesia makin berkurang?

Indonesia sebagai pemilik area hutan tropis terbesar ketiga, setelah hutan Amazon dan Kongo terus berupaya melindungi luas hutannya. Hutan yang dilindungi atau disebut hutan konservasi di Indonesia memiliki luas sebesar 27 juta hektar atau sepertiga dari luas hutan Indonesia keseluruhannya. Hutan konservasi ini kemudian diubah sesuai tujuannya masing-masing seperti Taman Nasional, Cagar Alam, Suaka Margasatwa, dan Taman Wisata Alam. Selain itu, hutan tropis Indonesia juga menyimpan 2039 spesies tumbuhan obat yang berkhasiat terhadap lebih dari 25 jenis penyakit.

landscape photography of woods

Deforestasi atau hilangnya lahan hutan akibat ulah manusia masih terjadi pada tahun 2019 dengan angka deforestasi bruto (deforestasi yang terjadi di dalam dan di luar area hutan) sebesar 465,5 ribu hektar. Angka ini cenderung stabil, meskipun sempat mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan makin maraknya pembangunan pemukiman dan konflik lahan bersifat legal maupun ilegal. Kebakaran hutan akibat pengaruh iklim pun ngga jarang ditemui di beberapa daerah di Sumatera dan Kalimantan.

Forest bathing

Forest bathing atau mandi hutan yaitu istilah yang dipakai untuk metode menyegarkan jiwa dan raga dengan menikmati alam, khususnya hutan. Cara ini dipopulerkan oleh penelitian Matthew P. White sebagai alternatif peningkatan kesehatan fisik dan mental kepada ribuan responden.

man walking beside trees during daytime

Penelitian ini menjelaskan pentingnya meluangkan minimal 120 menit dalam seminggu untuk menikmati alam. Studi lain menyebutkan, ketenangan hutan mampu menurunkan ketegangan, kelelahan, dan kecemasan secara signifikan. Kebiasaan yang cocok banget dipertahankan para pecinta alam dan senja seperti milenial jaman now.

Forest bathing sendiri mulai dilakukan dengan cara membuat hutan khusus yang dinamakan healing forest. Healing forest menyediakan jalur dan ruang servis tersendiri untuk duduk dan berdiam diri menikmati hembusan angin atau kicauan burung. Kegiatan jalan santai, peregangan, dan rileksasi pun terfasilitasi untuk mendapatkan ketenangan dan jauh dari gawai serta kesibukan perkotaan. Hutan ini terdapat di Gunung Walut (Sukabumi), Taman Wisata Alam Puncak Bintang KPH (Bandung Utara), dan KHDTK Aek Nauli (Pematang Siantar).

woman in brown top in the middle of forest

Situasi pandemi covid-19 membuat banyak orang menetap di rumah sehingga kadar stres pun meningkat. Wisata alam, terkhusus hutan sedang coba dibuka kembali dengan protokol kesehatan. Sudah sewajarnya hutan yang jarang menimbulkan kerumunan bisa dijadikan solusi memperbaiki kesehatan mental warga Indonesia. Sayang banget hutan yang melimpah ngga dimanfaatkan dengan sempurna.

Oh ya, kalau berkunjung jangan lupa jaga kebersihan ya. Bagaimana Teman Sehat, tertarik mencobanya? Share informasi ini ke orang-orang di sekitar kamu, ya!

Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.