Halo Teman Sehat! Istilah natrium pasti sudah ngga asing lagi di telinga kamu. Natrium atau sodium dalam bahasa inggris, merupakan salah satu mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, tapi banyak orang yang bilang natrium itu ngga baik. Apa benar begitu? Yuk, simak serba-serbi natrium di sini!
Apakah kita butuh natrium?
Yap, ternyata tubuh membutuhkan natrium untuk menjaga keseimbangan cairan, volume darah, dan bekerja dalam kontraksi otot di tubuh. Jika asupannya terlalu sedikit maka ngga baik bagi tubuh karena akan mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh dan menyebabkan hiponatremia atau kondisi dimana konsentrasi natrium dalam darah rendah.
Menurut rekomendasi Kemenkes RI, asupan natrium dalam sehari dibatasi sebanyak 2000 mg atau setara dengan 1 sendok teh garam. Kalau melebihi dari batasan tersebut, dalam jangka waktu panjang bisa meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti hipertensi, serta penyakit jantung dan pembuluh darah.
Apa fungsinya di pangan?
Pangan olahan terutama skala industri banyak menambahkan natrium sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP), contohnya natrium bikarbonat sebagai pengatur keasaman, natrium benzoat dan natrum sulfit sebagai pengawet. Berikut ini fungsi-fungsi lainnya:

- Penguat rasa yang membuat pangan menjadi lebih lezat dan menutupi rasa pahit akibat hasil pengolahan
- Mempertahankan kesegaran sehingga meningkatkan masa simpan, serta mencegah pertumbuhan bakteri dan mikroba penyebab penyakit lewat makanan
- Meningkatkan tekstur dan penampilan dengan cara meningkatkan warna, mempertahankan kandungan air pada produk daging, menstabilkan tekstur, dan mencegah perubahan kimia yang ngga diinginkan pada bahan pangan, biasanya hasil olahan pangan yang dipanggang
Bisa ditemukan dimana aja?
Narium merupakan mineral penyusun dari garam yang biasa kita konsumsi. Selain itu, natrium juga bisa ditemukan secara alami di dalam bahan pangan sehari-hari. Berdasarkan Center for Disease Control and Prevention, contoh bahan pangan sumber natrium diantaranya roti, pizza, sandwich, daging asin, jajanan gurih, keju, telur, fast food, makanan kaleng, dan pangan olahan lainnya.
Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dari Kemenkes RI, menunjukkan beberapa pangan beserta kandungan natriumnya.
- Kaldu blok mengandung kadar natrium 5000 mg/100 mg
- Kecap mengandung kadar natrium 4000 mg/100 mg
- Saus tomat mengandung kadar natrium 2100 mg/100 mg
- Sosis mengandung kadar natrium 1000 mg/100 gram
- Margarin/mentega mengandung kadar natrium 987 mg/100 gram
- Krakers mengandung kadar natrium 710 mg/100 mg
Cek informasi nilai gizi produk
Masih banyak contoh pangan terutama dalam bentuk olahan/industri yang kandungan natriumnya cukup tinggi. Serba-serbi natrium juga meliputi informasi nilai gizi di setiap produk kemasan. Oleh karena itu, berikut ini tips tentang bagaimana cara memilih pangan yang rendah natrium dalam kemasan!
- Ketahui kebutuhan harian natrium kamu. Ingat, batasan asupan natrium dalam sehari hanya 2000 mg
- Lihat informasi nilai gizi yang biasanya terdapat di belakang kemasan produk. Lihat %AKG (Angka Kecukupan Gizi) yang menunjukkan seberapa banyak natrium berkontribusi pada asupan harian kamu
- Perhatikan juga takaran sajinya. Biasanya, informasi nilai gizi yang ada di kemasan hanya menggambarkan nilai gizi untuk satu sajian saja. Cek takaran saji dan jumlah sajian yang ada di produk tersebut untuk memerkirakan berapa asupan natrium jika kamu mengonsumsi produk tersebut
Nah, itulah serba-serbi natrium yang perlu kamu ketahui. Sebagai konsumen yang cerdas, yuk mulai perhatikan asupan natriumnya dari sekarang! Dampak kebiasaan konsumsi natrium ngga kelihatan secara langsung dan mungkin akan terakumulasi sampai munculnya gangguan di dalam tubuh kamu. Salam sehat! Share informasi bermanfaat ini ke orang-orang di sekitar kamu!
Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

