Sugar-Sweetened Beverages, Minuman Manis dan Dampaknya bagi Tubuh

Apakah Teman Sehat sering mengonsumsi minuman manis seperti soft drink atau minuman manis dalam kemasan? Hm, sepertinya kamu harus membatasi konsumsi jenis minuman tersebut mulai dari sekarang. Pasalnya, konsumsi minuman dengan pemanis buatan atau sugar-sweetened beverages ternyata meningkatkan risiko penyakit jantung. Mengapa demikian? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Apa saja jenis sugar-sweetened beverages?

Jenis minuman ini terdiri dari soft drink, es teh, minuman sirup, jus buah, sport drink atau segala minuman yang diberikan gula tambahan seperti fruktosa, sukrosa, dan konsentrat jus buah. Tambahan gula diberikan ketika proses pembuatan (oleh pabrik, ahli masak, atau konsumen) termasuk jenis gula yang ada di dalam madu dan sirup kemasan.

strawberry shake

Konsumsi minuman manis yang berlebihan pada anak  dapat meningkatkan 60% risiko obesitas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap masyarakat Amerika, konsumsi minuman manis menambah asupan kalori sebesar 9,3% dari total kalori yang diperlukan pada pria dan 8,2% pada wanita untuk usia remaja. Hal tersebut hampir melampaui batas aturan maksimal energi tambahan gula yakni sebesar 10%.

Dampak yang ditimbulkan

Meskipun saat ini mengonsumsi  sugar-sweetened beverages merupakan kebiasaan yang sering terjadi di masayarakat, namun faktanya ada berbagai dampak negatif yang akan ditimbulkan antara lain:

yellow beverage in footed glasses

  1. Perkembangan rasa manis dan preferensi makanan sejak kecil

Jika dibiasakan mengonsumsi minuman manis sejak lahir, maka anak akan lebih menyukai larutan manis dibandingkan air ketika beranjak dewasa. Terbukti saat usia anak menginjak 6 bulan, preferensi rasa manis akan dikaitkan dengan diet yang dimiliki saat bayi. Hal tersebut berdampak pada peningkatan risiko karies gigi dan obesitas ketika dewasa.

  1. Berperan dalam risiko obesitas

Minuman ini memiliki efek kenyang yang rendah sehingga memungkinkan seseorang untuk mengonsumsinya lebih banyak dibandingkan mereka yang ngga mengonsumsi minuman berpemanis. Sebuah penelitian menyatakan bahwa individu yang mengonsumsi minuman berpemanis sebanyak satu kali atau lebih dalam seminggu mampu meningkatkan resiko overweight dan obesitas dibandingkan individu yang ngga mengonsumsi minuman tersebut.

  1. Kurangnya asupan nutrisi

Anak yang diberikan minuman dengan kandungan gula akan menggantikan selera mereka saat mengonsumsi air susu ibu atau susu formula sehingga berdampak pada asupan gizinya. Konsumsi minuman berpemanis pada anak mengakibatkan kurangnya asupan kalsium, zat besi, dan vitamin A. Kekurangan asupan kalsium menyebabkan perkembangan tulang ngga maksimal.

  1. Kerusakan gigi

Peningkatan asupan minuman berpemanis akan menaikkan produksi asam yang pada akhirnya menyebabkan kerusakan lebih parah pada gigi. Kerusakan ini disebabkan oleh kandungan gula sukrosa pada minuman.

  1. Meningkatkan risiko diabetes mellitus tipe 2

Konsumsi minuman berpemanis meningkatkan kalori dan gula yang berlebihan sehingga berdampak pada peningkatan risiko diabetes.

Kebiasaan yang harus dilakukan

Untuk menghindari dampak negatif yang ditimbulkan, maka Anda harus mengubah kebiasaan menjadi lebih sehat.

assorted flavor donuts

  1. Membatasi konsumsi gula tambahan. Berdasarkan rekomendasi Heart Association, konsumsi gula tambahan yang diperbolehkan adalah 6 sendok makan (25 gram setiap harinya untuk wanita dan anak-anak di atas 2 tahun) dan sebanyak 9 sendok makan (36 gram untuk pria).
  2. Perhatikan kandungan gula pada beberapa jenis makanan yang ngga diperkirakan sebelumnya, seperti saos, roti, atau bumbu-bumbu.

Nah, itu dia dampak negatif yang ditimbulkan dari kebiasaan mengonsumsi sugar-sweetened beverages secara berlebihan. Jangan lupa menerapkan kebiasaan sehat dalam mengonsumsi makanan atau minuman dengan gula tambahan. Share  informasi ini ke orang-orang di sekitar kamu ya! 

Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.