Teman Sehat, kasus bullying di sekolah sangat berdampak bagi kehidupan anak. Berbagai akibat yang mungkin terjadi diantaranya kemampuan sosial anak yang memburuk, luka fisik, bahkan bisa menimbulkan trauma berkepanjangan.

Sebuah data statistika menunjukkan bahwa setiap hari atau setiap minggu terjadi kasus bullying di 23% sekolah di Amerika. Oleh karena itu, dibutuhakan peran seluruh pihak sekolah untuk mencegah dan mengantisipasi kejadian ini. Yuk, simak berbagai cara mencegah kasus bullying di sekolah berikut ini!
Jalin hubungan baik dengan anak
Hal pertama yang sebaiknya dilakukan orang tua saat mengindikasi perilaku janggal anak yaitu berbicara dengannya. Jangan lupa untuk tetap memperhatikan perasaan anak saat berdialog dan tunjukkan sikap bahwa Anda peduli dan siap membantu.
Orang tua sebagai panutan
Perilaku bullying ngga terjadi secara tiba-tiba, ya Teman Sehat. Dari sisi pelaku, mereka meniru perilaku ini berdasarkan pengamatan orang-orang sekitar, termasuk orang tua, guru, dan media. Sebagai orang tua, beri teladan positif sehingga bisa menjadi panutan untuk anak. Ajarkan perilaku sosial yang baik sejak dini.
Beri anak edukasi tentang bullying
Edukasi sangat penting untuk melindungi anak menjadi pelaku atau korban bullying. Dalam hal ini, orang tua dan guru bisa mengambil peran. Di lingkungan sekolah, guru mempunyai kesempatan memberikan wawasan kepada siswa secara terbuka, mengamati iklim sekolah, serta risiko terjadinya bullying. Cara ini juga membantu anak memahami perilaku bullying lebih lanjut.
Bangun lingkungan yang kondusif
Bullying membutuhkan dukungan dan solusi banyak pihak sehingga mampu tercipta lingkungan yang kondusif. Berikut ini berbagai pihak yang dapat mencegah terjadinya kasus bullying di sekolah:

- Siswa
- Orang tua
- Guru
- Karyawan administrasi
- Konselor
- Pengemudi bus antar-jemput atau kendaraan lainnya
- Petugas kantin
- Petugas medis sekolah
- Guru bimbel
Jika anak menjadi korban bullying, sebaiknya jangan lakukan konfrontasi ke pelaku atau orang tua pelaku karena dapat menimbulkan risiko lain yang ngga diinginkan. Komunikasikan kasus bullying di sekolah dengan seluruh pihak sekolah terlebih dahulu agar mendapatkan solusi yang ideal.
Aturan penanganan bullying di sekolah
Aturan tertulis mengenai bullying penting untuk dibuat dan diterapkan secara konsisten kepada seluruh anak. Begitu pula dengan jenis bullying yang terjadi. Pelaku bullying verbal harus diberikan sanksi yang sama dengan pelaku bullying fisik.
Aturan sekolah sebaiknya ngga hanya melarang perilaku bullying tapi juga meminta siswa membantu teman lainnya yang mengalami kasus bullying tersebut sehingga ngga hanya bertindak pasif. Aturan harus jelas dan ringkas sehingga dapat dipahami dengan cepat oleh semua pihak.
Sikap siswa lainnya
Seringkali siswa lain bersikap pasif atau ngga berdaya saat ingin memberikan bantuan. Mereka berpikir keterlibatan yang jauh mungkin bisa membuka peluang bullying kepada dirinya atau membuatnya tersisih dari pergaulan. Dalam hal ini, sekolah perlu memberikan perlindungan terhadap saksi.
Pahami perilaku pelaku bullying
Pelaku bullying sebenarnya juga sedang mengalami masalah di dalam dirinya dan membutuhkan bantuan orang dewasa. Motif pelaku biasanya didasarkan karena kurangnya empati dan kepercayaan. Kedua motif tersebut mungkin saja muncul akibat permasalahan di dalam keluarganya.
Nah, itu dia cara mencegah kasus bullying di sekolah. Pada dasarnya, bullying butuh melibatkan seluruh pihak agar kejadiannya ngga terjadi atau ngga terulang kembali. Share artikel ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!

