Melihat bayi yang baru lahir tentu sangat menggemaskan bukan, Sahabat Sehat? Saat melihat bayi rasanya ingin mencubit atau mencium pipinya karena lucu dan menggemaskan. Mencium pipi bayi memang salah satu kebiasaan yang sering dilakukan masyarakat awam. Tapi, tau ngga sih kalau mencium pipi bayi ternyata dapat membahayakan bayi itu sendiri?
Lah kok bisa sih? Daripada penasaran, yuk simak artikel berikut mengenai boleh tidaknya mencium pipi bayi.

Refleks Bayi yang Baru Lahir
Bayi yang baru lahir biasanya akan sangat sensitif dan mengetahui adanya sentuhan dengan menggunakan somatosensasi sehingga mampu mengetahui dimana letak puting ibunya untuk mendapatkan ASI. Perkembangan otak bayi lebih cepat dibandingkan perkembangan di tahap kehidupan yang lain. Somatosensori wajah sangat dibutuhkan bayi untuk menyusui.
Misalnya saja ketika bayi baru lahir dan pipi sebelah kanan diletakkan dekat payudara ibu maka bayi akan menggunakan informasi ini untuk memutar kepalanya kea rah kanan supaya dapat menyusui. Kemampuan ini sudah dimiliki oleh bayi sejak lahir.
Bolehkah Mencium Pipi Bayi?
Meskipun mencium pipi bayi tidak selalu menimbulkan berbagai penyakit, namun mencium pipi bayi berisiko menyebarkan kuman yang menjadi penyebab berbagai penyakit. Jenis penyakit yang ditimbulkan ini menjadi salah satu hal yang sulit dilawan oleh sitem imunitas bayi yang belum terbentuk dengan baik. Kemungkinan apa saja sih yang dapat ditimbulkan jika mencium pipi bayi? Berikut risiko penyakit yang ditimbulkan dari kebiasaan mencium pipi bayi.
RSV (Virus Sinsitium pada Saluran Pernapasan)
Merupakan jenis penyakit pada saluran pernapasan yang paling sering terjadi. Virus ini menjadi salah satu penyebab bronchiolitis (infeksi paru-paru) dan pneumonia yang banyak terjadi pada anak di bawah 1 tahun. Beberapa tanda yang muncul, seperti hidung memerah, penurunan nafsu makan, batuk, bersin, hingga demam.
Sistem Kekebalan yang Rentan
Bayi yang baru lahir belum memiliki sistem kekebalan yang belum maksimal. Hal ini yang mengakibatkan mereka harus bekerja ekstra untuk melawan penyakit. Meskipun melihat pipi bayi sangat menggemaskan, Sahabat Sehat perlu bersikap bijak untuk menghindari kemungkinan menyebarnya kuman penyakit yang sangat bersiko bagi si bayi. Bukan hanya itu, beberapa bayi bisa saja mengalami reaksi alergi apabila individu yang mencium bayi tersebut mengonsumsi kacang, olahan, susu, kedelai atau makanan lain.

Tips Menghindari Penyakit pada Bayi
Bukan hanya saat mencium, Sahabat Sehat memang perlu berhati-hati saat ingin bersentuhan dengan baik, bahkan ketika hanya ingin memegangnya. Ini karena bayi sangatlah rentan terserang penyakit. Oleh karena itu, pastikan bahwa vaksinasi anak berjalan dengan lancar tanpa ada yang terlewat. Cucilah tangan dengan bersih sebelum memegang bayi. Sebaiknya, hindari pula bayi dari orang yang kondisi tubuhnya kurang fit.
Selain menjaga kebersihat orang yang akan berinteraksi, pastikan juga kebersihan bayi juga selalu terjaga, termasuk pakaian, temapt tidur dan lingkungan sekitarnya. Nah, ngga kalah penting pastikan bayi memiliki waktu tidur yang cukup yakni sekitar 16 jam per hari untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Hingga usia enam bulan berilah ASI sebagai sumber makanan utamanya.
Nah, Sahabat Sehat sudah tau kan sekarang kenapa mencium pipi bayi, terutama yang baru lahir, ngga disarankan? Tetap jaga kebersihan ya supaya bayi yang berinteraksi dengan kamu tidak memiliki penyakit dan dapat tumbuh dengan baik.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
