Baru-baru ini, istilah self-healing sangat populer. Istilah ini sering diartikan sebagai cara mengembalikan kondisi mental yang dilakukan sendiri tanpa bantuan terapis atau psikolog. Jika Sahabat Sehat ingin mencoba cara self-healing yang menyenangkan, art therapy bisa menjadi jawabannya.
Art therapy atau terapi seni bisa menyalurkan emosi atau perasaan ke dalam sebuah karya seni, sehingga prosesnya sangat menyenangkan dan melegakan.

Aneka Ragam Art Therapy
Menurut American Art Therapy Association, istilah art therapy berarti cara untuk memperkaya keahlian seni sekaligus kesehatan mental seseorang. Tahukah kamu apa saja ragam terapi seni? Terdapat beberapa cara yang termasuk terapi seni, yaitu melukis, mencoret-coret, kolase, bermain dengan tanah liat, menyulam, dan menjahit. Kamu bisa memilihnya sesuai hobi atau minat.
Kapan Art Therapy Diterapkan?
Saat Sahabat Sehat merasa sedih, bingung, cemas, atau takut, menciptakan karya seni bisa menjadi solusinya. Lakukan saja metode self-healing dengan terapi seni, kamu bisa berkarya secara bebas dan bermain warna. Kestabilan mental bisa terbentuk jika melakukannya secara berkala, bahkan sangat baik jika dijadikan hobi.
Selain itu, metode ini sangat cocok untuk seseorang yang susah mengungkapkan emosi atau perasaan. Oleh karena itu, apapun yang dirasakan dapat dituangkan secara total ke dalam sebuah karya seni. Emosi yang telah tersalurkan akan melegakan. Kamu juga mampu mengapresiasi diri atas hasil karya yang diciptakan.
Manfaat Art Therapy
Terapi seni bisa membantu prose recovery kesehatan mental yang terganggu. Berdasarkan penelitian dalam Journal of The American Art Therapy Association, melakukan aktivitas kreatif selama 45 menit bisa mengurangi stres. Hal tersebut berkaitan dengan pengurangan kadar kortisol saat seseorang melakukan kegiatan seni. Dengan demikian, sistem saraf menjadi tenang, pikiran menjadi lebih fokus, emosi menjadi lebih stabil, dan perasaan jauh lebih rileks.
Menyalurkan emosi melalui karya seni merupakan bentuk mengekspresikan diri. Menurut seorang psikoterapis seni ekspresif dan mindfulness di California, Doreen Meister, M.A., MFT, terapi seni dalam bentuk apapun memungkinkan seseorang mengekspresikan diri secara non-verbal untuk membantu memperoleh perspektif berbeda dalam menghadapi masalah.
Perasaan tenang dan fokusnya pikiran saat melakukan kegiatan seni akan membantu memahami apa saja pemicu stres. Sewaktu melakuknannya, seseorang bisa sekaligus membedah emosi dan perasaannya sendiri, sehingga belajar memahami kondisi psikis yang dialami. Lama kelamaan, faktor penyebab stres akan diketahui dan kamu akan lebih mudah mencari solusi untuk mengatasinya. Berdamai dengan kondisi yang dialami juga termasuk manfaat terapi seni yang membuat perasaan jauh lebih lega.

Bagaiman Melakukannya?
Terapi seni bisa dilakukan secara mandiri, maupun bersama teman, sahabat, atau kerabat supaya semakin bersemangat. Energi positif semakin kuat kalau ada support system.
Nah, untuk melakukannya, kamu cukup menyiapkan semua peralatan yang akan digunakan. Setelah itu, fokuslah pada media tersebut dan tuangkan apa yang ada dalam pikiran serta perasaanmu. Dengan demikian, perasaan akan lega dan jauh lebih tenang. Setelah karya tersebut jadi, kamu akan memahami kondisi yang kamu alami. Jika mau, mintalah bantuan pada terapis untuk menginterpretasikan karya tersebut, sehingga bisa memberikan saran untuk menyikapi persoalan yang sedang kamu hadapi.
Itulah beragam ulasan menarik mengenai art therapy. Sahabat Sehat bisa mencobanya di rumah dan rasakan beragam manfaatnya bagi kesehatan mental. Selamat mencoba!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Aku milih melukis
Dan aku ngelakuin itu persis ketika ngerjain skripsi
Setelah itu sampai sekarang gapernah lagi