Sahabat Sehat, nikotin merupakan zat aditif utama dalam rokok. Ketika seseorang menjadi perokok, tubuh jadi terbiasa dengan nikotin. Nah, saat memutuskan berhenti, tubuh mengalami efek samping pengurangan nikotin. Guna menghindari efek pengurangan nikotin mendadak, kamu bisa mencoba Nicotine Replacement Therapy.

Apa itu Nicotine Replacement Therapy?
Sebagai zat aditif, nikotin dapat mengakibatkan candu. Nicotine Replacement Therapy yang juga disingkat NRT akan membantu mengurangi efek gejala pengurangan nikotin dan memberikan rasa puas untuk mengonsumsi nikotin. Dengan mengurangi rasa “ngidam“ nikotin, perokok dapat secara berangsur mengurangi konsumsi rokok. NRT memberikan asupan nikotin dalam bentuk gum, patch, lozenges, semprotan, atau inhaler yang di dalamnya tidak terkandung zat kimia berbahaya lain dalam rokok.
Efektivitas NRT
Studi efikasi menunjukkan peluang lebih besar hingga 55% lebih tinggi dalam membantu orang berhenti merokok. Evaluasi melalui studi di dunia nyata menunjukkan hasil lebih lemah dibanding studi oleh industri.
Efikasi setiap formulasi, baik berupa lozenges, gum, spray nasal, atau transdermal patch dalam membantu mengurangi rokok terbukti sama baiknya. Efikasi meningkat 15-36% jika menggabungkan penggunaan semisal gum dan lozenges. Kenaikan dosis meningkatkan peluang untuk berhenti merokok dalam waktu 6 bulan atau lebih.
Patch paling ampuh digunakan pada dosis 25 mg/16 jam atau 21 mg/24 jam. Gum nikotin dosis 4 mg menunjukkan hasil lebih baik dalam membantu menghentikan kebiasaan merokok dibanding dosis 2 mg pada perokok berat.
Macam NRT dan Efek Sampingnya
NRT tersedia dalam 5 jenis, yakni gum, patch, nasal spray, inhaler dan lozenges. NRT sama efektifnya dengan medikasi bupropion dalam membantu berhenti merokok setidaknya dalam waktu 6 bulan. Efek samping NRT bergantung pada formulasi nikotin.
Efek samping gum, yakni berupa mual, cegukan, dan iritasi mulut. Patch seringkali menyebabkan iritasi kulit dan mulut kering, sedangkan inhaler menyebabkan batuk, hidung berair, atau sakit kepala. Kalau nasal spay bisa menyebabkan batuk, mata berair, dan iritasi nasal. Dalam kasus patch, iritasi kulit bisa dikurangi dengan menempelkannya di bagian kulit yang berbeda setiap harinya.

Mekanisme Kerja NRT
NRT bekerja dengan mengurangi rasa ngidam karena kecanduan nikotin. Merokok merilis dalam jumlah tinggi ke otak dalam hitungan detik, berbalik dengan NRT yang memberikan dosis nikotin jumlah kecil yang dirilis dalam periode menit hingga jam.
Nikotin dalam NRT ngga mencapai konsentrasi tinggi di darah dibanding nikotin rokok. Penggunaannya juga bergantung pada absorpsi vena sistemik, sedangkan nikotin pada rokok menjangkau sistem arteri. Produk NRT bergantung formulasinya membutuhkan waktu berbeda untuk bisa masuk dalam tubuh, sehingga mempengaruhi total besarnya nikotin yang tetap berada di tubuh.
Pertimbangan Penggunaan NRT
NRT bisa langsung digunakan jika ingin berhenti merokok dan ngga ada ketentuan kapan NRT digunakan. US Agency for Healthcare Research and Quality menyatakan bahwa NRT aman untuk digunakan oleh orang dewasa yang ingin berhenti merokok, dengan pengecualian ibu hamil dan remaja.
Tapi, bagi orang dengan penyakit tertentu perlu mengonsultasikan penggunaan dengan dokter. Jenis penyakit ini diantaranya penyakit saluran pernapasan (untuk penggunaan nasal spray), penyakit nasal kronis (sinusitis, polips, rhinitis atau alergi), penyakit gastrointestinal (eshopagitis, maag), penyakit kulit (untuk penggunaan patch). Dokter akan mampu memberikan konsiderasi NRT paling baik sesuai dengan kondisi kesehatan perokok.
Sahabat Sehat, NRT mungkin jadi jawaban bagi kamu atau orang terdekat untuk berhenti merokok, loh!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

1 Comment