Update Kasus Monkeypox: Bagaimana Indonesia?

Selain Covid-19, kasus monkeypox atau cacar monyet kini menjadi salah satu fokus dunia kesehatan. World Health Organization dan Kementerian Kesehatan Indonesia juga telah menghimbau masyarakat agar tetap waspada dengan penyakit ini. Sebelumnya, WHO telah melaporkan dari 13 Mei sampai 29 Mei 2022,  ada laporan kasus dari 23 negara non endemik, dengan total 257 kasus terkonfirmasi. Lalu bagaimana kasus monkeypox pada awal Juni ini? Bagaimana kasus di Indonesia?

update terbaru kasusu monkepox cacar monyet
Foto; Unsplash.com

Monkeypox di berbagai negara

WHO melansir terjadi peningkatan negara non endemik yang mengonfirmasi kasus monkeypox, terhitung dari 13 Mei hingga 8 Juni 2022,  total terkonfirmasi sebanyak 1285 kasus. Jumlah tersebut dari 28 negara, dengan 21 negara diantaranya berada di kawasan Eropa, dan kasus tertinggi terjadi di United Kingdom terkonfirmasi sebanyak 321 kasus. Kasus terkonfirmasi yang dimaksud di sini adalah orang yang menunjukkan gejala dan telah terbukti terinfeksi cacar monyet melalui tes lab PCR.

Sedangkan kasus di negara-negara endemik di Afrika, tercatat dari Januari hingga 8 Juni 2022 total ada 8 negara. 6 negara mengonfirmasi kasus monkeypox yaitu, Republik Demokratik Kongo, Nigeria, Republik Kongo, Republik Afrika Tengah, dan Kamerun, 2 negara lainnya yaitu Liberia dan Sierra Leone hanya ada kasus suspek. Total ada 59 kasus terkonfirmasi, 1536 kasus suspek, dan jumlah meninggal 72 orang.

Bagaimana dengan Indonesia? Hingga saat ini, baik dari WHO maupun Kementerian Kesehatan melaporkan di Indonesia belum ada kasus monkeypox, baik suspek, probable, ataupun konfirmasi. semoga terus tidak ada ya Sahabat Sehat.

kasus monkeypox di indonesia
Foto: Pexels.com

Menghadapi monkeypox

Menghadapi kedaruratan ini, yuk kenali cara penularan dan gejala yang muncul jika terinfeksi virus monkeypox. Penularan bisa terjadi melalui kontak langsung dan tidak langsung dengan penderita, kontak langsung antara kulit dengan kulit, seperti sentuhan, hubungan seksual dan sejenisnya. Kontak tak langsung bisa ditularkan dari kontak erat dengan droplet penderita. WHO juga menyampaikan penularannya banyak terjadi pada orang yang melakukan hubungan seksual sesama jenis. Tidak hanya dari manusia, menurut Kementerian Kesehatan cacar monyet ini juga bisa ditularkan melalui hewan loh! Bisa melalui cairan hewan, akibat gigitan atau cakaran.

Bagaimana gejalanya? Setelah masa inkubasi 5 hari hingga 3 minggu, gejala paling khas adalah adanya vesikel, semacam benjolan berisi cairan dan pustula yang berisi nanah, bisa muncul pada kaki, tangan, wajah, atau alat kelamin. Selain itu penderita monkeypox bisa muncul gejala ruam, sakit kepala, punggung, nyeri otot, kelelahan, demam, dan bengkak pada kelenjar getah bening. 

Di Indonesia memang belum ada kasus terkonfirmasi, namun tetap waspada ya Sahabat Sehat! Hindari penularan dan kenali gejalanya. Jika dirasa ada gejala mencurigakan jangan ragu untuk periksa ke dokter ya! Penanganan yang tepat dan cepat tentunya akan membantu proses penyembuhan, serta mengurangi potensi kejadian yang lebih fatal.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Kementerian Kesehatan RI. 2022. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Monkeypox https://infeksiemerging.kemkes.go.id/document/download/5qo6p2jOp2. Diakses 6 Juni 2022

World Health Organization. 2022. Multi-country Monkeypox Outbreak: Situation Update. https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2022-DON390. Diakses 6 Juni 2022

World Health Organization. 2022. Multi-country Monkeypox Outbreak in Non-Endemic Countries: Update https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2022-DON388. Diakses 6 Juni 2022

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.