Ingatkah kamu setiap tanggal 10 Nopember diperingati sebagai hari Pahlawan? Bagi generasi muda seperti Sahabat Sehat, Hari Pahlawan perlu dimaknai sebagai pemacu jiwa semangat dan perubahan untuk kehidupan yang lebih baik.
Bila pada zaman dahulu perang diidentikkan dengan angkat senjata dan bertempur menghadapi penjajah asing, namun kini ‘perang’ yang dihadapi oleh kita sudah berbeda. Lawan yang harus kita hadapi saat ini adalah berbagai permasalahan sosial yang harus segera diatasi seperti kelaparan, tidak meratanya pendidikan, kekurangan gizi, terbatasnya akses kesehatan, pengangguran, dan lainnya.

Sebagai negara agraris yang besar, sosok petani memegang peranan penting bagi kehidupan di negeri ini. Oleh sebab itu, wajar bila petani dapat dianggap sebagai pahlawan pangan bangsa karena mereka telah berjasa dalam penyediaan pangan nasional. Dengan ketersediaan pangan yang baik tentunya dapat mendukung produktivitas negara yang baik pula.
Ancaman Krisis Regenerasi Petani Indonesia
Berdasarkan data BPS, pada tahun 2021 presentase tenaga kerja Indonesia di sektor pertanian adalah sekitar 29,59 persen. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut pun, yang berusia muda hanya 19,18 persen. Di Asia Tenggara, Indonesia hanya berada di urutan ke-enam pada proposi jumlah tenaga kerja di sektor pertanian.
Rendahnya minat pemuda untuk bekerja di sektor ini disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah adanya kesenjangan pada pendapatan antara pekerja sektor pertanian dan sektor lainnya. Berdasarkan data BPS tahun 2021, upah buruh tani di Indonesia tercatat adalah sekitar 1,97 juta rupiah pada bulan Agustus, dan hingga kini pun dirasa belum ada kenaikan yang berarti.
Selain itu, minimnya inovasi & teknologi yang digunakan pada sektor pertanian juga memegang andil. Di Indonesia, kegiatan pertanian masih harus menggunakan tenaga manusia, sehingga dirasa perlu cukup effort dalam menjalani pekerjaan ini. Hal ini berbeda bila dbandingkan dengan negara maju seperti Jepang, yang mana sudah menerapkan berbagai inovasi dan teknologi canggih dalam pertanian, seperti bercocoktanam di dalam gedung, dan menggantikan tenaga petani dengan robot.

Perlunya Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Saat ini, Indonesia dan dunia tengah menghadapi ancaman krisis pangan. Oleh sebab itu, sosok petani sangatlah penting bagi kita, karena mereka merupakan pahlawan pangan penopang kehidupan masyarakat Indonesia. Bayangkan bila ngga ada mereka, tentu akan sulit untuk mendapatkan pasokan makanan sehari-hari. Sayangnya, hingga kini perhatian bagi para petani masih sangat minim, sehingga tidak jarang ditemui petani yang hidup dengan keterbatasan.
Di tengah ketidakpastian kehidupan petani, perlu adanya upaya perlindungan dan pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, terutama dari para pemangku kebijakan serta pemerintah. Perlu adanya regulasi serta penerapan yang tepat di lapangan agar dapat membantu petani dalam menghadapi masalah yang sering dihadapi seperti ketidakpastian harga, kegagalan panen, perubahan iklim, dan lain-lain. Selain itu, sudah saatnya pula Indonesia menerapkan inovasi-inovasi terbaru dalam bidang pertanian, baik itu dalam inovasi bibit unggul, ataupun penggunaan alat dan mesin untuk meningkatkan efisiensi pertanian.
Demikian Sahabat Sehat, semoga dengan ini seluruh masyarakat bisa semakin menghargai jasa petani yang telah banyak berjasa. Semoga Hari Pahlawan bisa menjadi titik awal bangkitnya semangat di bidang pertanian. Terima kasih, pahlawan pangan bangsa!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

kesenjangan pada pendapatan antara pekerja sektor pertanian dan sektor lainnya