Tips Menghindari Obat Palsu!

Halo Sahabat Sehat! Tahukah kamu bahwa maraknya penjualan bebas obat palsu perlu diwaspadai. Harga murah yang sangat terjangkau, kondisi biaya hidup yang meningkat,  kesadaran dan pengetahuan mengenai obat yang kurang adalah salah satu faktor masyarakat membeli obat palsu. Desakan kebutuhan terkadang juga menjadikan keamanan dan khasiat obat dikesampingkan.

waspadai obat palsu
Foto: Pexels.com

Bagaimana kualitas obat palsu?

Menurut Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat, obat palsu didefisikan sebagai obat yang dipasarkan dengan menggunakan nama produk, namun tak berizin atau illegal. Nama produk yang dipakai pun bisa berasal dari nama dagang (merek) maupun generik, dengan meniru identitas obat lain yang telah memiliki legalitas izin edar.

Melansir Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), hasil pengujian obat palsu skala laboratorium menunjukkan (1) kandungan zat aktif yang berbeda dari yang tercantum pada kemasan; (2) bahan aktif yang terkandung dalam jumlah lebih kecil dari yang seharusnya atau standar yang ditentukan; dan (3) ngga mengandung zat aktif sama sekali. Komposisi yang berbahaya hingga efektivitas klinisnya yang belum teruji merupakan hal penting yang perlu diketahui.

Oleh karenanya, penggunaan obat palsu memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan. Contohnya, kondisi penyakit ngga membaik atau semakin memburuk, sehingga bisa meningkatkan biaya pengobatan menjadi lebih mahal, menurunnya kepercayaan terhadap kualitas sistem kesehatan, dan menimbulkan resistensi antimikroba untuk golongan obat tertentu.

tips menghindari obat palsu
Foto: Freepik.com

Cara mengetahui obat palsu

Sebelum membeli, masyarakat perlu mengenali beragam ciri obat palsu, yakni:

  1. Kemasan kurang baik daripada bungkus obat asli. Misalnya membandingkan dengan obat sebelumnya yang rutin dikonsumsi.
  2. Penampilan kemasan yang berbeda.
  3. Nomor izin edar atau informasi mengenai obat yang tertera pada kemasan ngga jelas.
  4. Nama pabrik obat atau produsen ngga dikenal atau berbeda.
  5. Ngga memiliki nomor izin edar.
  6. Efek berbeda setelah meminum obat atau ngga memberikan efek sama sekali.

Nah, pengecekan obat palsu juga bisa dilakukan melalui situs resmi BPOM melalui metode “cek KLIK”. Program ini ditujukan untuk mengecek keaslian obat dan memastikan nomor registrasi obat sudah terdaftar. KLIK adalah cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa.

Sahabat Sehat bisa melakukan beberapa cara untuk menghindari obat palsu. Pertama, belilah obat di sarana pelayanan kefarmasian yang resmi, seperti apotek atau toko obat berizin. Kedua, pastikan untuk menebus resep obat dari dokter hanya di apotek. Ketiga, hindari membeli obat secara online atau marketplace kecuali melalui penyedia sistem elektronik farmasi (PSEF) yang terdaftar.

Keempat, segeralah berkonsultasi kepada dokter jika kondisi kesehatan ngga berangsur membaik sesudah mengonsumsi obat. Kelima, perhatikan kemasan obat, mulai dari kebersihan, informasi label yang lengkap, seperti nama obat, nomor izin edar, nama dan alamat produsen, serta expired date.

Lindungi diri, keluarga, dan kerabat terdekat di sekitar kamu supaya terhindar dari pemakaian obat palsu yang merugikan dan membahayakan. Stay safe, everyone!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

BPOM. 2022. Waspada obat palsu. https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/25162/WASPADA-OBAT-PALSU–BAGAIMANA-CARA-MENGENALI-OBAT-PALSU-.html. Diakses 23 Desember 2022

Veratamala A. 2022. Bagaimana cara mengenali obat palsu. https://hellosehat.com/obat-suplemen/mendeteksi-ciri-obat-palsu/. Diakses 23 Desember 2022

Wulandari LR. 2020. Bingung bedakan obat asli atau palsu. https://www.sehatq.com/artikel/cara-cek-obat-bpom-asli-atau-palsu. Diakses 23 Desember 2022

FF UAD. 2011. Waspada obat palsu. https://apoteker.uad.ac.id/waspada-obat-palsu/. Diakses 23 Desember 2022

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.