Suka Aprikot dan Apel, Waspadai Amygdalin

Sahabat Sehat, mungkin kamu familiar dengan istilah alergen dan toksin. Berbicara mengenai toksin tahukah kamu bahwa biji dalam aprikot, apel, dan ceri menyimpan bahaya jika dikonsumsi? Biji dalam buah tersebut mengandung amygdalin yang dapat dimetabolisme menjadi hidrogen sianida.

Apa itu Amygdalin?

Amygdalin atau d-mandelonitrile-β-d-gentiobioside adalah glukosida sianogenik yang diisolasi dari almond dan biji dari tanaman lain dari keluarga Rosaceae. Amygdalin ditemukan secara melimpah dalam biji-bijian dan biji beberapa buah, seperti aprikot, almond, apel, ceri, prem, lemon, persik, dan nektarin. Amygdalin terbentuk secara alami pada tumbuhan dan dapat diubah oleh emulsi tumbuhan (kombinasi glukosidase dan nitrilase) atau asam klorida menjadi benzaldehida, D-glukosa, beserta asam hidrosianat.

amygdalin dalam aprikot dan persik
Foto: Pexels.com

Ketika gangguan sel terjadi karena proses mekanik, glikosida sianogenik bersentuhan dengan β-glukosidase dan α-hidroksinitrile lyase yang berakhir dengan perilisan hidrogen sianida. Sementara glikosida sianogenik adalah racun yang banyak di temukan dalam biji dan sebagian daging buah sebagai bentuk perlindungan dari hewan pemangsa.

Konsentrasi dan Batas Aman Amygdalin

Biji aprikot memiliki kandungan amygdalin yang lebih tinggi dan lebih mudah memproduksi hidrogen sianida daripada apel dan persik. Amigdalin aprikot berkisar pada 0,1 – 4,1 mg/g (bergantung daerah tumbuh dan kepahitan biji), almond 14 g/kg, persik 6,8 g/kg, prem 4–17,5 g/kg (tergantung varietas), dan biji apel 3 g/kg. Sebenarnya, amygdalin bukanlah racun, tetapi bisa menjadi berbahaya setelah bereaksi dengan enzim tertentu.

Gejala Keracunan Amygdalin

Amygdalin menjadi berbahaya ketika dihidrolisis oleh enzim emulsin dari biji hancur atau oleh beberapa mikroorganisme usus manusia untuk menghasilkan sianida. Amygdalin umumnya lebih banyak terserap di dalam usus halus (usus dua belas jari). Metabolismenya terjadi secara perlahan, sehingga mengakibatkan toksisitas klinis yang tertunda. Gejala keracunan amygdalin dapat berupa pusing, cemas, sakit kepala dan kebingungan bagi manusia.

Adanya pengolahan, seperti penghancuran, perendaman, fermentasi, dan pengeringan dapat mengurangi jumlah sianida dalam makanan. Meskipun biji apel ngga dikonsumsi langsung, tetapi bisa saja terkonsumsi melalui jus apel yang dihasilkan dari apel utuh tanpa memisahkan biji. Penghancuran biji karena diblender ini dapat membuat jus apel terkontaminasi amygdalin.

kontaminasiamygdalin dalam jus apel
Foto: Pexels.com

Panel European Food Safety Agency tentang Kontaminan dalam Rantai Makanan mempelajari potensi toksisitas amygdalin dalam biji aprikot. Dilaporkan bahwa toksisitas sianida akut terjadi pada orang dewasa yang mengonsumsi ≥ 20 biji dan ≥ 5 pada anak-anak.

Kontroversi Amygdalin sebagai Obat Kanker

Amygdalin pertama kali diisolasi pada tahun 1830 dari biji almond pahit (Prunus dulcis) dan dipatenkan pada tahun 1961 untuk menjadi bahan utama laetrile, turunan semisintetik amygdalin yang lebih sederhana. Pada tahun 1845 amygdalin digunakan sebagai pengobatan kanker di Rusia, dan pada 1920-an di Amerika Serikat, tetapi dianggap terlalu beracun. Kemudian, FDA pada 1977 melarang pengiriman amygdalin dan laetrile antar negara bagian. Klaim bahwa laetrile atau amygdalin memiliki efek positif pada pasien kanker belum didukung data klinis yang kuat. Selain itu, ada indikasi efek samping yang serius dari keracunan sianida setelah mengonsumsi laetrile atau amygdalin.

Sahabat Sehat, itulah informasi seputar amygdalin yang biasa ditemukan dalam aprikot dan almond. Semoga info ini bermanfaat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Bolarinwa, Islamiyat F.; Orfila, Caroline; Morgan, Michael R.A. 2014. Amygdalin content of seeds, kernels and food products commercially-available in the UK. Food Chemistry. 152: 133–139. doi:10.1016/j.foodchem.2013.11.002. PMID 24444917

He XY, Wu LJ, Wang WX, Xie PJ, Chen YH, Wang F. 2020. Amygdalin – A pharmacological and toxicological review. J Ethnopharmacol. 2020 May 23;254:112717. doi: 10.1016/j.jep.2020.112717. PMID: 32114166.

Canan Ece Tamer, Perihan Yolci Ömeroğlu, Ömer Utku Çopur. 2019. 15 – Functional and Traditional Nonalcoholic Beverages in Turkey. Editor(s): Alexandru Mihai Grumezescu, Alina Maria Holban, Non-Alcoholic Beverages, Woodhead Publishing, Pages 483-521. ISBN 9780128152706,. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-815270-6.00015-3.

EFSA CONTAM Panel (EFSA Panel on Contaminants in the Food Chain). 2016. Scientific opinion on the acute health risks related to the presence of cyanogenic glycosides in raw apricot kernels and products derived from raw apricot kernels. EFSA Journal 2016; 14(4): 4424, 47 pp. doi:10.2903/j.efsa.2016.4424

Milazzo S, Horneber M. Laetrile treatment for cancer. 2015. Cochrane Database Syst Rev. 2015 Apr 28;2015(4):CD005476. doi: 10.1002/14651858.CD005476.pub4. PMID: 25918920; PMCID: PMC6513327.

National Center for Biotechnology Information (2022). PubChem Compound Summary for CID 656516, Amygdalin. Retrieved December 22, 2022 from https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Amygdalin.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.