Apa Pantangan Makan Penderita Stroke?

Apa yang ada dibenakmu ketika membahas tentang stroke? Jumlah pasien dengan penyakit ini terus meningkat tiap tahunnya loh. Bahkan menurut Jaminan Kesehatan Nasional, data tahun 2016 hingga 2018 menunjukkan stroke memakan biaya pelayanan kesehatan tertinggi.

Apa yang terjadi pada penderitanya? Pembuluh darah pada otak ada yang tersumbat (stroke iskemik) atau pecah (stroke hemoragik), membuat otak kekurangan oksigen dan menyebabkan beberapa gejala, yang paling umum terlihat adalah kelumpuhan sebagian otot. Jika tidak segera diberikan penanganan yang tepat, bisa berakibat fatal pada kematian.

Bukan hanya pertolongan awal yang penting, melainkan juga perawatan selanjutnya, untuk membantu proses pemulihan dan ngga memperparah penyakit. Disamping perawatan medis berupa obat-obatan, mengatur pola makan juga sangat berpengaruh. Apa aja pantangan makan penderita stroke?

tips memilih makanan bagi penderita stroke
Foto: Pexels.com

Perhatikan asupan kolesterol, lemak jenuh dan trans

Apa saja sumber kolesterol, lemak jenuh, atau lemak trans? Kuning telur, jeroan, gajih, mentega, minyak goreng, keju, udang, dan lain-lain. Pengolahan makanan seperti digoreng juga meningkatkan kandungan lemak jenuh dan trans pada makanan. Oleh karena itu, disarankan penggunaan sedikit minyak, atau bahkan tidak sama sekali, misal rebus, kukus, atau pepes.

Pembatasan konsumsi kolesterol adalah kurang dari 200 mg per hari. Stroke merupakan penyakit berkaitan dengan pembuluh darah, khususnya di otak. Tingginya kolesterol dan lemak jenuh bisa menyebabkan penyumbatan. Konsumsinya yang ngga terkontrol, bisa berdampak buruk untuk kesehatan jantung dan memicu aterosklerosis, yang nantinya juga berujung pada stroke.

Pembatasan penggunaan natrium

Dianjurkan penggunaan natrium dibatasi 5 gram atau satu sendok teh garam dapur per hari. Sama halnya dengan pantangan sebelumnya, karena kondisi fisik klinis biasanya diikuti dengan hipertensi, dan masalah sistem kardiovaskuler. Oleh karena itu, konsumsi natrium yang ngga terkontrol sangat berisiko untuk penderita stroke.

Natrium identik dengan rasa asin, oleh karena itu seringkali kamu ngga sadar sudah mengonsumsinya, seperti ketika makan kue kering atau makanan kemasan yang manis. Padahal bahan kue seperti baking soda, baking powder, mentega, atau margarin mengandung natrium yang tebilang tinggi. Namun, penting juga untuk menjaga asupan natrium sehingga ngga kekurangan dan menyebkan tekanan darah rendah (hipotensi) yang membuat aliran darah ke otak kurang. Dikarenakan hal ini juga sama saja dengan memicu stroke.

makanan yang perlu dibatasi bagi penderita stroke
Foto: Freepik.com

Batasi makanan bergas

Apa contoh makanan bergas? Seperti, sayur kubis, kol, ubi, bawang, durian, dan nangka. Kondisi fisik klinis penderita stroke juga bisa berkaitan dengan pencernaan, seperti kembung atau nyeri perut. Makanan bergas mengganggu sistem pencernaan, dan membuat rasa ngga nyaman.

Batasi konsumsi kafein

Makanan atau minuman kafein seperti kopi, teh, atau coklat patut dibatasi. Konsumsi kopi bisa meningkatkan lemak jenuh, serum kolesterol, dan meningkatkan tekanan darah sehingga bisa memperparah.

Pantangan tersebut bisa dikatakan masih gambaran umum. Kondisi tiap pasien bisa saja berbeda, bahkan mungkin ada juga yang mengalami komplikasi. Hal tersebut bisa mempengaruhi konsumsi apa saja yang dianjurkan atau yang jadi pantangan. Oleh karena itu, untuk lebih detail dianjurkan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi, ya Sahabat Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Aprianda, R. 2019. Infodatin. Stroke: Dont don’t Be The One. Kementerian Kesehatan RI: Pusdatin. https://pusdatin.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-stroke-dont-be-the-one.pdf. Diakses 23 Oktober 2021

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. (2013). Menyusun Diet Berbagai Penyakit (4 ed.). (S. Waspadji, K. Sukardji, & Suharyati, Eds.) Jakarta: FKUI.

PERSAGI & ASDI. (2019). Penuntun Diet dan terapi Gizi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Yonata, A., & Saragih, D. G. P. (2016). Pengaruh Konsumsi Kafein pada Sistem Kardiovaskular. Jurnal Majority, 5(3), 43-49. http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/1035.Diakses 25 Oktober 2021

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.