Gas air mata terkadang digunakan aparat penegak hukum untuk menjaga ketertiban. Bentuk lain gas air mata seperti semprotan merica atau pepper spray juga bisa digunakan untuk pertahanan diri. Sahabat Sehat, tahukah kamu bagaimana gas air mata bekerja dan apa bahayanya? Lalu, apa yang perlu dilakukan kalau terkena gas ini? Simak penjelasan berikut, yuk!

Mengenal gas air mata
Gas air mata merupakan senyawa kimia yang dapat menyebabkan iritasi pada mata, mulut, tenggorokan, paru-paru, dan kulit sehingga seseorang merasa kesakitan sementara. Dua senyawa kimia yang paling umum digunakan dalam gas air mata adalah chlorobenzylidene malononitrile (CS) dan chloroacetophenone (CN). Pada semprotan merica, senyawa kimia yang digunakan adalah oleoresin capsicum (OC).
Disebut juga agen pengendali kerusuhan atau riot control agent (RCA), gas air mata sebenarnya berbentuk cairan atau padatan. Seringnya, gas air mata ditembakkan ke udara menggunakan semprotan bertekanan, kaleng gas, atau granat. Seseorang bisa terpapar senyawa kimia dalam gas air mata dengan menghirupnya saat bernapas atau terciprat di kulit dan mata.
Efek yang ditimbulkan gas air mata
Keparahan efek yang ditimbulkan gas air mata tergantung pada jumlah paparan senyawa kimia, lokasi paparan di dalam ruang atau di luar ruangan, bagaimana seseorang terpapar senyawa kimia, serta durasi paparan. Biasanya, efek tersebut hilang 15-30 menit setelah seseorang terbebas dari paparan gas air mata dan membersihkan diri (dekontaminasi).
Sesaat setelah terkena gas air mata, mata menjadi berair, memerah, terasa terbakar, dan pandangan terlihat kabur. Hidung juga bisa berair, bengkak, dan terasa terbakar, sementara mulut iritasi, berair, terasa terbakar, dan sulit menelan. Rasa sesak pada dada, sesak napas, batuk, dan tenggorokan terasa tercekik juga umum terjadi. Selain itu, seseorang juga bisa mengalami peningkatan tekanan darah, gatal, ruam kulit, kulit terbakar, mual, dan muntah.

Kalau seseorang terpapar gas air mata dalam jangka panjang, dengan jumlah besar, dan di ruangan tertutup, efek yang ditimbulkan bisa lebih parah. Efek yang ditimbulkan bahkan bisa berupa terjadinya katarak, glaukoma, kebutaan, asma, gagal napas yang bisa menyebabkan kematian, hingga kematian mendadak akibat sensasi terbakar pada tenggorokan dan paru.
Pertolongan pertama setelah terkena gas air mata
Meski semoga ngga perlu berada pada situasi ini, apabila Sahabat Sehat berada di tempat gas air mata dilepaskan, segeralah bergerak menjauh untuk mencari udara segar. Tutupi mata, mulut, hidung, kulit dan bergeraklah menuju tempat yang lebih tinggi karena asap gas air mata cenderung mengendap di permukaan tanah.
Jika sudah sampai di tempat aman, maka segeralah melepaskan seluruh pakaian dan aksesoris yang terkena gas air mata. Bersihkan tubuh dengan air mengalir dan sabun. Kalau mata terasa terbakar dan pandangan kabur, alirkan air mengalir selama 10-15 menit. Tangani dengan prosedur standar pengobatan luka bakar kalau kulit terbakar. Serta, jangan lupa segeralah cari pertolongan medis.
Setelah membaca artikel ini, semoga Sahabat Sehat jadi lebih tahu bahaya gas air mata dan cara menanganinya, ya!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
