Sahabat Sehat, kamu mungkin pernah mendengar bahwa hamil saat berusia di atas 35 tahun cukup berbahaya dan berisiko, baik untuk ibu maupun janin yang dikandungnya. Walaupun hal itu benar, kamu tetap bisa berusaha mempertahankan kehamilan yang sehat dengan memahami risikonya dan melakukan beberapa tindakan pencegahan.
Risiko ibu hamil berusia di atas 35 tahun
Sebuah studi yang dilakukan King’s College London menemukan penyebab mengapa kehamilan di atas usia 35 tahun lebih berisiko. Ternyata, ini ada hubungannya dengan struktur rahim. Diketahui saat perempuan mencapai usia 35 tahun ke atas, fungsi kontraksi otot di rahim menjadi berkurang, termasuk jadi ngga terlalu sensitif terhadap oksitoksin dan berkurangnya jumlah mitokondria.
Semua ini bisa diartikan bahwa otot pada rahim sulit untuk bisa berkontraksi dengan baik. Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa ada perubahan pada sistem kerja hormon progesteron sehingga bisa menyebabkan kelahiran yang tertunda.

Lebih jelasnya, berikut ini beberapa risiko bagi ibu hamil yang berusia di atas 35 tahun.
Preeclampsia
Ini adalah kondisi ketika tekanan darah meningkat dan beberapa organ tubuh ngga bisa berfungsi dengan baik. Beberapa gejalanya, yakni adanya protein dalam urin, penurunan fungsi penglihatan, dan sakit kepala akut. Risiko ini lebih rentan terjadi pada ibu hamil yang berusia lebih tua.
Hamil kembar
Ibu hamil yang berusia diatas 35 tahun lebih mungkin untuk hamil dengan dua atau lebih bayi, karena adanya perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh. Kehamilan kembar bisa meningkatkan risiko berbagai masalah dalam kehamilan, seperti kelahiran prematur, preeclampsia, diabetes, dan gangguan perkembangan janin.
Kelainan bawaan
Ini adalah kondisi kelainan yang terjadi sebelum bayi lahir, bisa berupa perubahan bentuk atau gangguan fungsi pada organ tubuh. Perempuan yang lebih tua memiliki risiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan kelainan bawaan. Diketahui hal ini dipengaruhi oleh proses rekombinasi genetik yang dipengaruhi oleh faktor usia.
Risiko lainnya
Semakin tua usia ibu saat mengandung, maka akan lebih rawan untuk mengalami komplikasi, sehingga mengharuskan untuk dilakukan operasi sesar. Selain itu, risiko mengalami keguguran dan bayi meninggal di dalam kandungan semakin meningkat seiring meningkatnya usia ibu.
Diketahui hal ini disebabkan karena semakin menurunnya kualitas sel telur. Dilansir dari hasil systemati review dalam Canadian Medical Association Journal, ibu hamil yang berusia lebih tua memiliki risiko 1,2 – 4,53 kali lebih tinggi untuk mengalami stillbirth atau bayi meninggal dalam kandungan.

Walaupun memang risikonya lebih tinggi, Sahabat Sehat ngga perlu khawatir karena sampai sekarang sebagian besar ibu hamil berusia di atas 35 tahun tetap bisa menjalani kehamilan yang normal dan melahirkan bayi yang sehat. Supaya bisa mengurangi risikonya, kamu bisa menerapkan pola hidup sehat, dengan memperbaiki pola makan, berolahraga secara rutin, serta tentunya rutin berkonsultasi dan mengikuti saran dari dokter kandungan.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
