Diabetes pada Ibu Hamil Berbahayakah?

Halo Sahabat Sehat, perlu kamu tau diabetes dapat terjadi pada ibu hamil biasa disebut sebagai diabetes gestational. Ada berbagai faktor yang menjadi penyebab terjadinya diabetes gestational. Beberapa di antaranya, yaitu memiliki riwayat melahirkan anak dengan berat badan lahir rendah atau berat badan lahir besar, usia tua saat hamil, indeks massa tubuh (IMT) lebih sebelum hamil, ras atau etnis tertentu, hipertensi, riwayat diabetes dalam keluarga, rentang peningkatan berat badan dalam kehamilan yang tinggi, dan merokok.

diabetes pada ibu hamil
Foto: Freepik

Diabetes pada ibu hamil akan menghilang setelah melahirkan?

Perlu Sahabat Sehat tau, bahwa 50—70% ibu hamil dengan diabetes saat mengandung berisiko menderita diabetes tipe 2 dalam waktu 5—10 tahun setelah melahirkan. Jika diabetes dibiarkan tanpa pengobatan, anak yang lahir dari ibu yang menderita diabetes selama hamil juga berisiko menderita diabetes tipe 2 di usia dewasa. Oleh karena itu, ibu hamil dengan diabetes harus mendapat perhatian serius dan pengobatan.

Bagaimana cara penanganan diabetes pada ibu hamil?

Komponen penting dalam penangana diabetes pada kehamilan, yaitu dengan melakukan perencanaan makan/diet, aktivitas fisik, pemantauan glukosa darah secara mandiri, dan pengendalian peningkatan berat badan ibu dalam kehamilan. Tindakan tersebut Sahabat Sehat lakukan di Puskesmas atau Posyandu. Sedangkan terapi farmakologi/terapi obat memerlukan analisis oleh dokter Spesialis Penyakit Dalam atau dokter Konsultan Endokrin dan Metabolik.

tatalaksaan diabetes
Foto: Freepik

Penatalaksaan diabetes pada kehamilan harus dilakukan oleh tim profesional, yaitu edukator diabetes, dokter, perawat, ahli gizi dan bidan untuk mencegah risiko pada ibu dan janin. Perencanaan makan atau diet dilakukan melalui pengaturan yang terstruktur
untuk memenuhi kebutuhan gizi secara adekuat bagi kesehatan ibu dan janin sekaligus tercapainya target kontrol glikemik.

Pengaturan makanan dengan menambahkan porsi kecil pada malam hari, perlu dipertimbangkan untuk mencegah terjadinya ketosis yang berlebih. Keadaan kelebihan keton dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pertumbuhan janin, termasuk perkembangan otak.

Penambahan berat badan selama kehamilan harus disesuaikan dengan kebutuhan individu, sehingga perlu didiskusikan pada awal kunjungan dan secara teratur selama kehamilan untuk mencegah terjadinya janin kecil untuk masa kehamilan.

Selalu jaga kesehatan ya, Sahabat Sehat. Jangan lupa untuk selalu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mencegah timbulnya komplikasi selama masa kehamilan.

Ditulis Oleh: 

Nur Aliah, S.Gz
Dietisien, Edukator Dibetes RSUD Cibinong
Mahasiswa Profesi DIetisien IPB University

 

Referensi

Muflidah et al. 2019. Mengenal dan Upaya Mengatasi Diabetes Melitus dalam
Kehamilan. Nuha Medika tahun 2019
Perkeni. 2021. Pedoman diagnosis dan penatalaksanaan hiperglikemi dalam
kehamilan. PB Perkeni tahun 2021

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.