Benarkah Sunscreen Mengurangi Pembentukan Vitamin D?

Tubuh kekurangan vitamin D menjadi salah satu kekhawatiran terhadap masalah kesehatan tubuh. Apa saja penyakit akibat kurang vitamin D? Osteomalacia, radang sendi, penyakit infeksi, dan lain-lain. Salah satu yang diduga dapat mengurangi pembentukan vitamin D dalam tubuh adalah penggunaan sunscreen, apa benar?  

pembentukan vitamin d
Foto: Freepik.com

Sinar Matahari, Sunscreen, dan Pembentukan Vitamin D dalam Tubuh

Tubuh mendapatkan vitamin D dari asupan makanan berupa pro vitamin D seperti  vitamin D2, dan 7-dehidrokolesterol pada kulit. Pada kulit, provitamin D tersebut dapat diaktifkan dengan bantuan paparan sinar UV dari matahari, sehingga menjadi provitamin D3 (cholecalciferol). 

Tidak semua sinar matahari dapat mengaktifkan vitamin D, tetapi hanya sinar matahari UV yang memiliki gelombang 290-315 nm yang dapat menembus kulit bagian stratum spinosum. Jadi, kondisi musim dingin yang minim matahari, jauh dari wilayah khatulistiwa bisa berpotensi membuat tubuh membentuk vitamin D lebih sedikit 

Sementara itu, sunscreen sendiri merupakan produk untuk kulit yang banyak digunakan untuk melindungi kulit dari sinar UV. Penggunaannya bermanfaat untuk menghindari kulit dari noda hitam, kerusakan skin barrierpenuaan dini, dan lain sebagainya. Lantas, apakah penggunaan sunscreen bisa mengurangi pembentukan vitamin D dalam tubuh?

Apakah Sunscreen Mengurangi Pembentukan Vitamin D?

Menurut Zaidi, S (2021) dalam buku The Miracle of Vitamin D, sunscreen dengan SPF 8 atau lebih dapat mengurangi 95% kemampuan kulit untuk membentuk vitamin D. Namun, penelitian dari British Journal of Dermatology (2019) menunjukkan hasil yang berbeda. 

sunscreen
Foto: Freepik.com

Penelitian mengidentifikasi 4 hasil eksperimen, 3 uji coba lapangan, dan 69 hasil observasi. Hasil keseluruhan menunjukkan bukti sunscreen mengurangi pembentukan vitamin D masih sedikit, sehingga saran penggunaan sunscreen untuk cegah kanker lebih diutamakan. Ini dengan catatan penelitian tersebut pada sunscreen SPF sedang, kurang lebih SPF 16.

Bagaimana dengan Sunscreen SPF Tinggi?

Namun, bagaimana dengan sekarang yang banyak merekomendasikan SPF tinggi, seperti SPF, 30, 40, atau bahkan 50? Skin Cancer Foundation (2019) memaparkan, sunscreen SPF 15-50 menyaring UVB hingga 93-98%. 

Jadi, memang panjang gelombang UVB pembentuk vitamin D terhalau dengan penggunaan sunscreen yang menyeluruh, tapi masih ada 2-7% UVB yang masih mencapai kulit. Selain itu, Indonesia sendiri negara yang dilewati garis khatulistiwa sehingga masyarakat masih terpapar sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun. 

Pembentukan vitamin D memang dapat berkurang karena penggunaan sunscreen. Namun, kasus kekurangan vitamin D di Indonesia sendiri bukan karena penggunaan sunscreen, tetapi banyak karena asupan gizi yang kurang. Sahabat Sehat dapat memenuhi sumber vitamin D dari suplemen atau makanan, seperti ikan, minyak ikan, telur, dan jamur. 

Referensi

Info Gizi AKG. 2020. Benarkah Matahari Dapat Memenuhi Kebutuhan Akan Vitamin D Kamu?. AKG FKM UI. https://akg.fkm.ui.ac.id/benarkah-matahari-dapat-memenuhi-kebutuhan-akan-vitamin-d-kamu/. Diakses 12 Januari 2023 

Neale, R. E., Khan, S. R., Lucas, R. M., Waterhouse, M., Whiteman, D. C., & Olsen, C. M. (2019). The effect of sunscreen on vitamin D: a review. British Journal of Dermatology, 181(5), 907-915.  https://academic.oup.com/bjd/article-abstract/181/5/907/6602215. Diakses 12 Januari 2023.

Oregon State University. Vitamin D and Skin Health. https://lpi.oregonstate.edu/mic/health-disease/skin-health/vitamin-D. Diakses 12 Januari 2023.

Skin Cancer Foundation. 2019. Skin Protection and Vitamin D. https://www.skincancer.org/blog/sun-protection-and-vitamin-d/. Diakses 12 Januari 2023

Zaidi, S. 2021. The Miracle of Vitamin D. Mizan Publishing. Buku Elektronik. https://www.google.co.id/books/edition/The_Miracle_Of_Vitamin_D/otNWEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=0. Diakses 12 Januari 2023. 

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.