Halo Teman Sehat! Pembatasan keluar rumah dan berpergian adalah salah satu kunci untuk menekan penyebaran Sar-cov-2. Keadaan ini pun mengharuskan kita mempunyai ketersedian bahan makanan yang cukup. Tapi, bukan berarti kita bebas makan apa aja karena pola makan sehat dan penerapan gizi seimbang harus tetap terjaga.

Nah, mungkin kebanyakan dari kamu akan memilih menyetok bahan makanan kalengan, olahan, atau tipe yang siap saji. Bahan makanan tersebut sejatinya tinggi akan garam dan zat kimia yang bisa berdampak negatif bagi tubuh jika dikonsumsi berlebihan dan dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karena itu, bahan makanan alami dengan teknik penyimpanan yang tepat adalah pilihan terbaik. Apa saja?
1. Sumber karbo
Sebagai orang Indonesia, menyetok beras adalah pilihan yang ngga bisa dihindarkan. Beras termasuk dalam kelompok makanan yang tidak mudah rusak (non perishable food) yang dapat disimpan dalam waktu relatif lama pada suhu kamar. Jika bosan makan nasi, Teman Sehat bisa mengonsumsi sumber karbohidrat alternatif lainnya seperti umbi-umbian. Bahan makanan ini memiliki daya tahan 7-20 hari pada suhu sekitar 21’C.
2. Sumber protein

Sayangnya, sumber protein hewani seperti ikan, daging, telur, dan susu memiliki daya simpan yang relatif singkat. Karenanya, teknik penyimpanan yang tepat harus diterapkan. Ayam, ikan, daging, dan udang hanya bisa bertahan 2 hari jika diletakkan di bagian pendingin biasa, sedangkan bisa bertahan hingga enam bulan jika diletakkan di freezer. Alternatifnya? Teman Sehat bisa mempertimbangkan untuk menyetok ikan kering atau daging asap yang bisa bertahan hingga 360 hari.
Untuk protein nabati, biji-bijian kering dan kacang-kacangan adalah pilihan yang tepat. Selain daya simpannya yang lama (hingga 360 hari) bahan makanan ini juga kaya akan protein, lemak baik, dan serat. Teman Sehat bisa juga menjadikannya sebagai camilan seperti bubur kacang ijo atau es kacang merah, nikmat dan bergizi kan?
3. Sayur dan buah
Menyetok sayur dan buah cukup tricky karena daya simpannya yang relatif singkat serta kandungan vitamin dan mineral nya yang bisa rusak selama penyimpanan. Sayuran daun seperti bayam, kangkung, selada memiliki daya simpan yang paling rendah, yaitu sekitar 1-2 hari pada suhu ruang atau 3 hari di kulkas. Sayuran umbi dan akar memiliki daya simpan yang paling lama apalagi jika diletakkan di tempat yang sejuk, gelap, dan kering. Kentang, ubi, labu, bit, dan wortel adalah contoh sayuran umbi yang awet dengan daya simpan hingga berminggu-minggu.
Jenis buah-buahan yang tahan lama cukup bervariasi. Apel bisa bertahan hingga satu bulan, jeruk dan lemon masih segar hingga dua minggu, selain itu ada nanas, salak, jambu biji yang juga bertahan dalam waktu cukup lama apalagi jika disimpan di lemari pendingin. Teman Sehat perlu menghindari jenis buah yang mudah busuk seperti pisang, tomat, alpukat, beri-berian, melon, dan persik. Pisang misalnya, mengeluarkan gas etilen yang mempercepat pematangan dan pembusukan sehingga ngga awet dalam waktu yang cukup panjang.
4. Bumbu dapur

Jangan lupa untuk menyetok bumbu dapur seperti kunyit, lengkuas, jahe, dll. Kelompok zingiberaceace ini memiliki daya tahan hingga berbulan-bulan. Sayangnya, bumbu dapur lainnya seperti daun jeruk, salam, sereh, memiliki daya simpan terbatas. Jika Teman Sehat punya pekarangan, ngga ada salahnya buat menanam sendiri karena akan lebih fresh saat dibutuhkan.
Udah kebayang mau nyetok apa aja? Jika Teman Sehat punya tips and tricks lainnya boleh di share di kolom komentar berikut!

