Teman Sehat, ASI telah diketahui sebagai makanan terbaik bagi bayi karena mampu meningkatkan imunitas si kecil serta mendukung tumbuh kembangnya. Tapi saat pandemi, muncul kekhawatiran baru akan risiko ASI sebagai media penularan Covid-19 sehingga beberapa ibu memilih menghentikan pemberian ASI ke bayinya. Apakah benar begitu? Yuk, simak penjelasannya di sini!
Mengapa ibu berhenti memberikan ASI?

Rasa takut dan khawatir dirasakan sang ibu saat akan memberikan ASI kepada bayinya. Terutama jika ibu terkonfirmasi positif Covid-19. ASI yang diberikan dikhawatirkan akan menjadi media penularan virus ini. Akhirnya, bebrapa ibu memilih menghentikan pemberian ASI sementara waktu. Padahal menghentikan pemberian ASI menyebabkab imunitas bayi menurun sehingga lebih mudah terkena penyakit-penyakit menular.
ASI menjadi media penularan Covid-19?
Beberapa peneliti telah melakukan riset mengenai apakah ASI bisa menjadi media penularan Covid-19. Berdasarkan 46 sampel ASI dari ibu yang positif Covid-19, diketahui 43 sampel ASI ngga mengandung virus. Sedangkan 3 sampel lainnya hanya ditemukan RNA virus Covid-19 yang sudah ngga hidup. Artinya, ASI ibu ngga menularkan virus Covid-19.
Penelitian yang dilakukan University of California San Diego School of Medicine dan University of California Los Angeles menggunakan sampel ASI dari 64 ibu. Hasil menunjukkan bahwa hanya ada 1 sampel yang terdapat RNA virus. Christina Chambers mengatakan RNA virus ngga bisa berkembang biak sehingga ngga mungkin menjadi sumber infeksi bagi bayi.
Tips memberikan ASI di masa pandemi
Berikut ini tips pemberian ASI yang dibedakan berdasarkan kondisi ibu:

- Ibu yang ngga terinfeksi
Meskipun ngga terinfeksi Covid-19, penerapan protokol kesehatan di mana pun ibu berada tetap harus dilakukan. Apalagi bayi masih dalam kondisi sangat rentan terkena penyakit. Kunci utama untuk mencegah penularan Covid-19 terhadap bayi adalah menjaga kebersihan orang-orang di sekitar dan alat-alat yang digunakan untuk merawat si kecil.
Selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum merawat atau memberikan ASI, bersihkan juga pompa ASI secara rutin, dan jaga higienitas alat-alat yang digunakan untuk merawat bayi.
- Ibu yang terinfeksi
Meskipun ibu sedang menjalankan isolasi, kebersamaan dengan si kecil ngga boleh berkurang. Diskusikan dengan petugas kesehatan mengenai seberapa besar risikonya jika ingin tetap berada satu ruangan dengan bayi. Berada dalam satu ruang tentu lebih baik untuk proses menyusui dan membangun ikatan dengan bayi, tentunya dengan aturan-aturan khusus seperti berikut ini:
- Usahakan selalu menjaga jarak dengan bayi minimal 2 meter
- Selalu menggunakan masker saat berjarak minimal 6 kaki atau lebih kurang 2 meter dari bayi
- Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik sebelum menyentuh bayi
- Bicarakan dengan petugas kesehatan tentang alat pelindung diri untuk bayi, seperti inkubator dan face shield
- Jika terpisah ruangan dengan bayi, ibu sebaiknya tetap memberikan ASI rutin dengan cara memompa ASI. Apabila gejala covid-19 yang dirasakan cukup berat hingga ibu kesulitan memompa ASI, diskusikan dan mintalah bantuan petugas kesehatan
ASI harus tetap diberikan dalam kondisi apa pun. Ingat, selalu jaga higienitas diri saat merawat bayi. Meskipun jika ibu sudah dinyatakan negatif Covid-19, tetap terapkan protokol kesehatan demi kebaikan diri sendiri, bayi, dan orang-orang di sekitar. Share artikel ini ke orang-orang sekitar, ya!
Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

