Tubuh manusia tersusun dari 70% cairan, maka membutuhkan air sebanyak kurang lebih 2 liter per hari untuk orang dewasa. Jika tidak terpengaruhi salah satu akibatnya adalah mengalami dehidrasi. Tapi, bagaimana dengan bayi atau balita apakah membutuhkan air minum selain ASI dan jika membutuhkan berapa jumlah yang tepat untuk usianya?

Butuhkan bayi minum air putih?
Setelah bayi lahir hingga berusia 6 bulan yang dibutuhkannya sebagai sumber makanan hanyalah ASI eksklusif atau bila mengalami kondisi tertentu dapat diberikan susu formula sebagai pengganti. Kebutuhan jumlah air sudah tercukupi dengan pemberian ASI atau susu formula untuk bayi, sehingga sebelum usia 6 bulan bayi tidak membutuhkan air putih tambahan.
Jumlah kebutuhan air untuk bayi sesuai usianya
Bayi di bawah usia 6 bulan hanya membutuhkan ASI. Setelah masuk ke usia 6 bulan pemberian air minum harus sangat diperhatikan jumlahnya. Jumlah air minum yang diberikan pada bayi berusia 6-9 bulan tidak lebih dari 118 ml per hari, untuk bayi berusia 9-12 bulan tidak lebih dari 227 ml per hari, dan untuk bayi berusia 12-24 bulan sekitar 227-946 ml per hari.
Bagi anak usia 1-2 tahun boleh diberikan lebih dari jumlah tersebut dan jumlahnya dapat disesuaikan dengan kebutuhannya. Jumlah kebutuhan air minum pada bayi tersebut berdasarkan referensi yang diberikan oleh The American Academy of Pediatrics.

Alasan pemberian air minum pada bayi harus cukup usia dan dibatasi
Bukannya memberi manfaat sebagaimana pada orang dewasa, memberi air minum saat bayi belum cukup usia justru berisiko menyebabkan masalah kesehatan, bahkan dapat memberikan efek yang fatal. Bayi yang belum genap berusia 6 bulan dapat mengalami perut kembung bila diberi air minum atau minuman lain selain susu formula atau ASI. Hal ini karena sistem pencernaan bayi belum bisa menyerap cairan dengan baik. Kekurangan gizi juga dapat terjadi akibat pemberian air minum yang berlebih pada bayi, sehingga menurunkan nafsu makan dan mengganggu penyerapan ASI atau susu formula.
Selain itu, memberikan air putih untuk bayi juga berpotensi menyebabkan diare. Kondisi kesehatan bayi lebih rentan dari orang dewasa, air minum yang tidak steril dapat menyebabkan infeksi dan diare sebagai gejalanya. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri atau virus dari air minum yang terkontaminasi.
Saat usia bayi belum 6 bulan, pengeluaran cairan melalui keringat atau urine juga belum efisien. Memberikan air minum berlebihan dapat menyebabkan bayi mengalami intoksikasi atau keracunan karena di dalam tubuhnya kelebihan air. Kondisi ini juga dapat menganggu keseimbangan natrium dalam tubuhnya. Gejala intoksikasi air, yaitu diare, muntah, dan mengalami pembengkakan pada bagian tubuh.
Na, itulah mengenai kebutuhan air minum pada bayi dan hindari pemberian air minum yang berlebih dan belum cukup usia. Jika bayi Sahabat Sehat diberikan susu formula, maka pastikan air yang digunakan untuk membuat susu formula adalah air bersih dan layak minum yang telah dimasak.
