Halo Sahabat Sehat! Kamu suka makan daging merah? Sebagai penyuka daging merah ada yang perlu kamu ketahui. Konsumsi daging merah bisa menyebabkan beberapa gangguan kesehatan bila diolah dengan kurang tepat dan dikonsumsi secara berlebihan.
Kandungan gizi daging merah
Protein, vitamin B12 dan zink merupakan beberapa zat gizi yang terkandung dalam daging merah. Daging giling tanpa lemak seberat 113 gram mengandung protein 19 gram, lemak 23 gram, vitamin B12 10% memenuhi kebutuhan nilai harian (DV), seng 43% dari DV, niasin 30% dari DV, Selenium 31% dari DV, Besi 12% dari DV dan 287 kalori.

Daging sapi mengandung protein yang cukup lengkap yang artinya mengandung hampir semua asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh dari makanan. Protein sendiri diperlukan oleh tubuh untuk pemeliharaan, serta pertumbuhan otot dan jaringan. Tapi di sisi lain, daging merah juga bisa mengandung lemak jenuh yang tinggi.
Jumlah konsumsi daging merah
Daging merah mengandung beberapa vitamin dan mineral penting bagi tubuh, namun konsumsi daging merah yang terlalau banyak dapat dapat menjadi penyebab beberapa kondisi kesehatan kronis, seperti peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Oleh karena itu, disarankan untuk membatasi konsumsi daging merah, seperti daging kambing, domba, kerbau, dan sapi yang sebaiknya dibatasi untuk konsumsi.
Disarankan mengkonsumsi 2 potong dalam sehari atau tidak lebih dari 3 porsi dalam seminggu. Dua potong daging merah diperkirakan sama dengan 2/3 dari piring makan atau sekitar 70-90 gram. Nah, kalau untuk daging olahan, seperti sosis, salami, kornet dan lain-lain, dianjurkan konsumsinya tidak melebihi 50 gram per hari.

Cara memasak daging yang tepat
Metode memasak daging merah yang berbeda dapat memberikan dampak pada efek kesehatan yang berbeda pula. Daging yang dimasak dengan suhu tinggi dapat membentuk senyawa berbahaya seperti heterocyclic amines (HCAs), polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs), dan advanced glycation end-products (AGEs) yang merupakan senyawa pengubah DNA dan pemicu perkembangan kanker.
Namun, ada tips untuk meminimalisasi terbentuknya senyawa berbahaya tersebut yaitu dengan menggunakan cara memasak. Disarankan daging merah diolah dengan cara direbus dan dikukus, dibandengan dengan cara digoreng atau dibakar. Usahakan untuk tidak menggunakan api yang besar saat mengolah dan sebaiknya daging tidak langsung terkena api. Jika diharuskan menggunakan api besar, balikkan sesering mungkin daging agar jangan sampai gosong. Sebelum dimasak marinasi daging dengan berbagai rempah-rempah, garam atau madu.
Nah, itulah Sahabat Sehat mengenai batas konsumsi dan cara mengolah daging merah. Lengkapi juga dengan makanan lain seperti buah, sayur atau sumber protein lainnya.
