Bu Guru, Yuk Ajak Si Kecil Mengenali Jajanannya!

Teman Sehat, tahu kah kamu? Kalau jajanan di sekolah, belum tentu sehat dan aman buat dikonsumsi. Padahal di dalam UU No.18 tahun 2012, udah diatur secara rinci permasalahan keamanan pangan.

Tapi pada kenyataannya, penerapannya belum menyeluruh dan ngga semudah yang kamu kira, loh! Masih banyaknya kasus terkait keamanan pangan seperti, penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) yang ngga sesuai, peredaran makanan kedaluwarsa, kandungan gizi yang kurang dan sanitasi para pedagang, menujukkan masih rendahnya jaminan keamanan di lingkungan sekolah.

Sebagai penangggungjawab di sekolah, Guru bisa mengajak murid-muridnya untuk mengenali jajanan yang baik agar tetap mendapat jaminan keamanan pangan di sekolahnya? Tapi gimana ya, caranya? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Keamanan pangan di sekolah

Berdasarkan data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada tahun 2007, dari 4.000 sekolah ditemukan 45 persen jajanan anak sekolah membahayakan bagi kesehatan. Sebagai seseorang yang memiliki kewenangan penuh di sekolah, ada baiknya para pegawai sekolah dan guru mengenalkan kepada si kecil tentang jajanan yang bergizi.

Mengenalkannya dengan cara yang menyenangkan juga akan membuat murid mudah memahami hal apa yang dijelaskan. Kamu bisa melakukan 3 hal ini buat mengedukasi murid-murid. Mau tau apa aja? So, let’s check it out!

1. Jadikan UKS sebagai penyuluhan pangan aman

Pihak pemerintah dan sekolah, bisa melakukan kerjasama untuk kembali mengggiatkan penyuluhan pangan aman melalui UKS (Usaha Kesehatan Sekolah). Hal ini dilakukan, agar murid-murid bisa diedukasi oleh petugas UKS atau teman-temannya yang ikut andil di UKS terkait materi keamanan pangan dari BPOM dan Departemen Kesehatan. Nantinya tim ini, selain bisa mengedukasi murid sekolah, juga bisa mengedukasi para pedagang di sekitar wilayah sekolah.

2. Mengajak membawa bekal

Membawa bekal, bisa dijadikan salah satu gerakan di sekolah, buat menghindari murid-murid mengonsumsi makanan yang ngga sehat. Guru dan Orang tua, bisa bekerjasama untuk menentukan tema bekal makanan sehat yang dibawa oleh si kecil.

Selain itu para orang tua juga bisa berbagi resep makanan sehat, agar si kecil ngga bosan diberikan menu bekal yang itu-itu saja. Selain gizi dan keamanannya lebih terjamin, membawa bekal juga bisa menghemat pengeluaran, dan memperkuat ikatan keluarga, loh!

3. Sediakan makanan aman dan bergizi di sekolah

Program ini, juga bisa menjadi salah satu pilihan pihak sekolah untuk mengedukasi murid-muridnya terkait makanan sehat. Pemberian makanan dalam bentuk sarapan atau jajanan sata jam istirahat atau makan siang, bisa dilakukan seminggu sekali di lingkungan sekolah.

Selain aman, porsi dan nilai gizinya juga bisa diatur sesuai dengan kebutuhan mereka. Cara ini bisa menjadi salah satu upaya  mengurangi kecenderungan si kecil untuk jajan diluar disekolah, sehingga orang tua ngga perlu khawatir dengan makanan yang dikonsumsi si kecil. Kamu juga bisa mengenalkan jenis bahan pangan yang baru, agar mereka bisa mengenal berbagai macam bahan pangan.

Sebagai pendidik, guru juga berperan penting dalam mengedukasi muridnya terkit dengan kemanan pangan. Hal ini dilakukan, agar ngga ada lagi kasus keracunan yang terjdi di lingkungan sekolah dan si kecil bisa belajar dengan optimal karena mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi buat menunjang tumbuh kembangnya. Yuk, ajak si kecil kenali jajanannya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *