Bugar VS Sehat: Simak Perbedaanya!

Teman sehat, pernah ngga kamu merasa lelah padahal aktivitas yang dilakukan ngga banyak? Apalagi pandemi membuat kamu ngga bisa beraktivitas di luar rumah dengan bebas. Kondisi ini justru menyebabkan mudah lelah dan stres karena tubuh kamu ngga dalam keadaan bugar, meskipun terlihat sehat. Sebenarnya apa sih yang dimaksud bugar dan sehat. Yuk, simak perbedaan bugar vs sehat berikut ini!

Bugar VS Sehat

Menurut UU 36 tahun 2009, kesehatan adalah saat seseorang dalam keadaan sehat fisik, mental, dan spiritual, maupun sosial. Kondisi ini memungkinkan setiap orang menjalani hidup secara produktif secara sosial dan ekonomi.

Woman Slicing Gourd
sumber: pexels.com

Sedangkan kebugaran adalah kondisi dimana seseorang memiliki energi atau kemampuan tubuh yang baik untuk melakukan pekerjaan atau aktivitas sehari-hari, serta bisa menikmati luang tanpa merasa kelelahan berarti.

Mengapa kondisi bugar itu penting?

Tentunya kamu sudah tahu pentingnya sehat bagi tubuh. Di sisi lain, bugar juga tak kalah penting. Seseorang dengan kondisi kebugaran prima memiliki kualitas kesehatan jasmani maupun rohani yang baik pula. Kamu ngga gampang lelah, otot lebih kuat, kerja jantung lebih efisien, dan terlihat awet muda.

Faktor yang mempengaruhi kebugaran

Teman sehat, kebugaran juga dipengaruhi berbagai faktor seperti:

Dumbbells, Sepatu, Sepatu Kets, Sepatu Karet, Kebugaran
sumber: pixabay.com
  1. Genetik. Genetik memiliki hubungan erat dengan kebugaran, mulai dari komponen morfologis, otot, kardiorespiratori, dan metabolik. Sifat genetik akan mempengaruhi perbedaan pada komponen kebugaran antara lain daya ledak, fleksibilitas, pergerakan tubuh, kecepatan lari, kecepatan reaksi, dan keseimbangan masing-masing individu.
  2. Umur. Kebugaran akan mengalami peningkatan tahap maksimal yakni pada umur 25-30 tahun. Kemudian kapasitas fungsional ini akan menurun sebesar 0,8-1% setelahnya.
  3. Jenis kelamin. Perbedaan mendasar terletak pada ukuran dan fungsi paru-paru. Nilai VO2 max atau jumlah maksimal oksigen pada pria rata-rata 40% lebih tinggi dibandingkan wanita.
  4. Status gizi. Menurut penelitian yang dilakukan pada anak sekolah menunjukkan bahwa siswa yang memiliki status gizi yang overweight dan obesitas memiliki tingkat kebugaran rendah.
  5. Asupan zat gizi. Asupan makanan berkaitan dengan aktivitas fisik dan status gizi yang  kamu miliki. Oleh karena itu, konsumsi makanan bergizi seimbang dan sesuai kebutuhan kamu ya.
  6. Aktivitas fisik dan olahraga. Aktivitas fisik dan olahraga rutin dan terukur mempengaruhi tingkat kebugaran. Kamu bisa memilih aktivitas fisik dan olahraga yang sesuai dengan kemampuan. Ngga perlu memilih olahraga berat atau mahal, kamu bisa lakukan jogging ringan atau senam aerobik. Jangan lupa untuk selalu menikmati setiap gerakannya.

Nah, teman sehat itulah perbedaan bugar vs sehat serta pentingnya kebugaran bagi tubuh. Kamu bisa mulai membiasakan diri agar sehat dan bugar mulai sekarang! Share artikel ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!

Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Referensi

Panduan Berolahraga untuk Kesehatan dan Kebugaran http://103.143.71.151:5902/inlislite3/opac/detail-opac?id=28361  Diakses pada 14 April  2021

Periodisasi Gizi dan Latihan https://books.google.co.id/books/about/Periodisasi_Gizi_dan_Latihan.html?id=NWEaEAAAQBAJ&redir_esc=y Diakses pada 14 April  2021

Peranan Olahraga dalam Meningkatkan Kesehatan https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jpkm/article/view/4646 Diakses pada 14 April  2021

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.