Waspadai GERD Anxiety

Gastroesophageal reflux disease (GERD) memang bukan termasuk penyakit yang mematikan, tapi bisa membuat penderitanya merasa tersiksa. GERD merupakan kondisi ketika asam dari lambung naik kembali ke kerongkongan. Biasanya dalam jangka waktu satu minggu bisa terjadi lebih dari dua kali diiringi dengan sensasi heartburn atau nyeri di ulu hati. Ngga jarang yang menjadi pemicunya adalah kecemasan atau anxiety. Kondisi yang demikian ini dikenal dengan GERD anxiety.

mengenal GERD anxiety
Foto: Freepik.com

Keterkaitan GERD dengan anxiety

GERD merupakan gangguan fisik, sedangkan anxiety gangguan psikis. Sekilas keduanya terlihat ngga mempunyai keterkaitan. Faktanya, pada beberpa kasus ditemukan bahwa kecemasan bisa meningkatkan risiko terjadinya GERD dan bahkan memperburuk keadannya.

Rasa cemas merupakan respon alami dari tubuh ketika menghadapi stress. Saat kecemasan melanda, produksi asam lambung akan mengalami peningkatan. Begitupun sebaliknya, asam lambung yang naik juga bisa mendatangkan kecemasan.

Ketahui gejala GERD anxiety

Secara umum, GERD dan anxiety mempunyai gejala yang berbeda. Meskipun begitu, ada beberapa gejala yang hampir serupa. Heartburn, sensasi tercekik di tenggorokan, dan sulit tidur merupakan gejala yang bisa dialami saat asam lambung naik maupun saat kecemasan melanda.

Selain gejala yang serupa tersebut, baik GERD dan anxiety juga memiliki beberapa gejala yang bisa dikenali. Gejala yang dirasakan ketika asam lambung naik diantaranya yaitu mual, mulut terasa pahit atau asam, nyeri pada ulu hati, dan gangguan pernapasan seperti batuk atau sesak. Sedangkan saat dilanda kecemasan, gejala lain yang mungkin dirasakan, antara lain berkeringat dingin, badan terasa gemetar, jantung berdebar-debar, muncul perasaan gelisah, tegang, atau gugup.

mengenal GERD anxiety
Foto: Pexels.com

Salah satu penyebab terkuat yang bisa memicu terjadinya kenaikan asam lambung dan kecemasan yakni gaya hidup yang ngga sehat. Beberapa kebiasaan tersebut, yaitu konsumsi makanan pedas dan tidur setelah makan.

Sahabat Sehat, GERD anxiety ini ngga bisa dianggap sepele begitu saja. Pasalnya, jika terus dibiarkan tanpa penanganan akan cukup berisiko bagi kesehatan di kedepannya. Jika kamu merasa punya gejala seperti yang telah diuraikan, segera konsultasi kepada dokter supaya bisa teratasi dengan baik.

Selain itu, penting untuk mengubah kebiasaan yang dapat memicu GERD Anxiety. Mengurangi konsumsi makanan pedas dan tidur dengan jeda 2 – 3 jam setelah makan bisa menjadi salah satu langkah pilihan yang bisa diterapkan.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Mohammad, Saleh., et al. 2019. Depression and Anxiety in Patients with Gastroesophageal Reflux Disorder With and Without Chest Pain. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6858267/ dilansir pada 27 November 2021.

Choi, Ji Min., et al. 2018. Association Between Anxiety and Depression and Gastroesophageal Reflux Disease: Results From a Large Cross-sectional Study. Journal of Neurogastroenterology and Motility, 24(4): 593-602.

Bence, Sarah. 2021. The Connection Between GERD and Anxiety. https://www.verywellhealth.com/gerd-and-anxiety-5179657 dilansir pada 27 November 2021.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.