Sahabat Sehat, beberapa hari terakhir ini masyarakat Indonesia dikejutkan dengan bencana erupsi Gunung Semeru yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Lahar dan awan panas, disertai oleh hujan abu vulkanik yang dihasilkan dari erupsi gunung ini menyebabkan banyak sekali kerugian dan menelan korban.
Hujan abu vulkanik yang ditimbulkan dari erupsi ini sangatlah berbahaya dan bisa menimbulkan berbagai efek buruk bagi kesehatan. Tentu abu vulkanik ini akan sangat mengganggu terlebih bila sampai terpapar langsung dan terhirup oleh para warga beserta relawan yang bertugas di sekitar wilayah tersebut.

Kenapa abu vulkanik berbahaya bagi kesehatan?
Erupsi gunung api mengandung banyak sekali komposisi kimia seperti karbon dioksida, sulfur, helium, dan lainnya, yang sangat berbahaya bila terhirup terlalu banyak. Partikel abu vulkanik memiliki ukuran yang sangat kecil dan halus, yakni kurang dari 2 mikrometer sehingga dengan mudah dapat melewati hidung, lalu masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan terjadinya gangguan pernapasan baik yang bersifat akut maupun kronis. Kandungan gas yang menyertai abu juga dapat menyebabkan sakit kepala bahkan hingga diare.
Selain itu menurut studi yang dilakukan oleh Durham University, salah satu kandungan mineral lain yang cukup berbahaya pada partikel abu vulkanik adalah silika. Kandungan silika ini sama seperti kandungan dalam pembuatan kaca dan cermin yang biasa kamu gunakan sehari-hari.
Sekarang bayangkan bila kaca yang kamu punya di rumah pecah menjadi pecahan yang kecil yang halus, dan pecahan tersebut masuk ke dalam saluran pernapasan. Partikel silika ini mampu menempel dan menggores saluran pernapasan, sehingga menyebabkan terjadinya iritasi dan peradangan yang membuat produksi lendir jadi berlebihan.
Hal ini menyebabkan penderitanya mengalami sakit tenggorokan, sesak napas, dan batuk. Gangguan ini tentunya juga akan lebih berat dialami bila terpapar pada orang yang sebelumnya memiliki riwayat asma atau gangguan pernapasan. Dalam jangka waktu panjang, luka iritasi pada saluran pernapasan ini berisiko menyebabkan kanker paru-paru.

Bagaimana mencegah dampak buruk abu vulkanik?
Nah, supaya terhindar dari dampak berbahaya abu vulkanik, masyarakat dan relawan yang berada di wilayah sekitar erupsi perlu melindungi diri dan semaksimal mungkin menghindari paparan langsung debu. Menggunakan masker menjadi hal wajib terutama bila kamu perlu beraktivitas di luar ruangan.
Masker yang direkomendasikan salah satunya adalah masker N95 karena mampu menyaring partikel halus yang berukuran hingga kurang dari 2,5 mikrometer. Bila ngga tersedia, kamu juga bisa menggunakan kain yang sudah dibasahi oleh air, akan tetapi efektifitasnya ngga setinggi masker N95.
Bagi masyarakat rentan seperti lansia, anak-anak, dan orang yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, sebaiknya segera di pindahkan ke tempat yang cukup jauh dari erupsi dan aman dari sebaran abu vulkanik. Apabila belum bisa pindah dan harus berada di rumah dalam jangka waktu yang lama, pastikan untuk menutup pintu, jendela dan ventilasi sebaik mungkin. Kamu bisa menggunakan selotip atau kain basah untuk menutup celah-celah yang mungkin membuat abu masuk ke dalam rumah.
Bagaimana Sahabat Sehat, cukup berbahaya bukan? Oleh sebab itu, mari doakan semoga bencana erupsi Gunung Semeru ini cepat berakhir dan kondisi di sana segera pulih kembali. Tetap waspada dan selalu berhati-hati ya, Sahabat Sehat semua!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
