Choumiryou : Rahasia Tingginya Harapan Hidup ala Jepang

Sahabat Sehat, tahu nggak? Pada 2015 terjadi peningkatan populasi lansia mencapai 12% dan diprediksi meningkat menjadi 24% di 2050 (United Nations, 2015). Kondisi lansia yang lemah, tak berdaya, mengidap berbagai penyakit menahun dan susah disembuhkan berpotensi menimbulkan berbagai masalah seperti ekonomi, sosial, budaya, dan kesehatan baik secara fisik maupun psikologis.

Nah, di Jepang ada budaya bumbu masakan yang dipercaya membuat hidup sehat sehingga memiliki angka harapan hidup yang tinggi loh! Yuk, simak informasi berikut!

Mengenal Choumiryou

Dikenal juga dengan istilah sashisuseso. Terdiri dari lima bumbu dasar, yaitu sa (satou) atau gula, shi (shio) atau garam, su atau cuka, se (shouyu) atau saus kedelai, dan so atau miso. Sebagian bumbu ini bukan berasal dari rempah seperti yang digunakan di Asia Tenggara. Akan tetapi, berasal dari proses fermentasi kedelai, kacang-kacangan, gandum atau beras, dan ikan.

Choumiryou sup miso
Foto; Pixabay.com

Dulu, kelima bumbu ini wajib untuk ditambahkan ke masakan secara berurutan, namun sejalan dengan perkembangan zaman dan variasi masakan Jepang, minimal salah satu dari sashisuses wajib untuk ditambahkan. Sebab, orang Jepang merasa ada yang kurang lengkap jika salah satunya tidak dipakai.

Setiap bumbu dasar dalam choumiryou memiliki peranan. Satou, sebagai pemanis yang menetralisir rasa pahit pada kegiatan minum ocha. Shio, untuk menghindari masakan menjadi keras, memudahkan penyerapan gula, dan penambah rasa manis. Su, sebagai anti bakteri pada bahan mentah dan sarapan menggunakan bahan fermentasi cuka menjadi salah satu faktor orang Jepang jarang obesitas. Shouyu, rasa umami dari fementasi kedelai, tepung, dan garam memberikan cita rasa gurih. Miso, juga terbuat dari fermentasi rebusan kedelai, beras, dan garam yang fungsinya sebagai pendamping nasi dan lauk, serta penambah nafsu makan, sumber protein, dan sumber mineral.

Inilah salah satu alasannya

Harapan hidup orang Jepang termasuk tertinggi di dunia, loh! Yakni rata-rata 83-84 tahun. Tak heran, Jepang menjadi role model dunia untuk hidup panjang umur nan sehat. Panjangnya harapan hidup di Jepang, dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah makanan.

bubu masakan jepang
Foto: Pixabay.com

Meskipun tedapat gula dan garam dalam sashisuseso, bumbu ini penggunaanya sangat terbatas. Pada umumnya orang Jepang tidak menambahkan gula saat mengonsumsi kopi dan teh. Konsumsi nasi pun hanya dalam porsi yang kecil sehingga asupan gula ke dalam tubuh juga ngga terlalu tinggi. Garam yang digunakan juga hanya sebagai taburan atau pelengkap. Orang Jepang, sebatas mengambil manfaat dari natrium dengan konsumsi secukupnya. Cuka dalam budaya Jepang dipercaya bisa membuat langsing dan berat badan ideal, loh!

Shouyu yang berbahan dasar kedelai memiliki berbagai manfaat. Mulai dari menjaga jantung, menurunkan kolesterol, sampai dapat mencegah kanker payudara. Miso yang pada umumnya ditambahkan pada sup sebagai sarapan wajib orang Jepang juga memiliki berbagai manfaat, antara lain menjaga kesehatan usus, menjaga kesehatan jantung, memperkuat tulang, dan mencegah pertumbuhan sel kanker.

Tentu aja, setiap negara menginginkan masyarakatnya, bayi hingga lansia sehat. Bagaimanapun juga kemajuan suatu bangsa bergantung pada sumber daya manusianya, begitu juga Indonesia. Beberapa hal telah dilakukan salah satunya riset mengenai buku menu yang diberikan kepada lansia. Booklet, panduan kombinasi menu sehat sederhana diikuti dengan pemberian sampel menu kepada masyarakat lansia. Contoh menu makanan sehat sederhana terdiri dari nasi merah (karbohidrat), tumis buncis tempe (sayur dan protein nabati), bacem ati ampela (protein hewani), pepaya (buah), serta salad buah sebagai makanan pendamping.

 

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Suciati, Supurwoko, Ramli M, Khasanah AN, Wati IK, Sari MW, Fakhrudin IA, Antrakusuma B. 2021. Pemberdayaan literasi gizi melalui sosialisasi booklet panduan kombinasi menu sehat sederhana dalam rangka peningkatan angka harapan hidup lansia. Jurnal Sains Edukatika Indonesia (JSEI). 3(2): 54-57. https://jurnal.uns.ac.id/jsei/article/view/70908/39310

Trahutami SI. 2019. Choumiryou tradisional pada masakan jepang modern. Kiryoku. 3(3): 181-187.

Trahutami SI. 2019. Choumiryou dan harapan hidup orang jepang. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi. 2(2): 144-149. https://doi.org/10.14710/endogami.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.