Sahabat Sehat, tentunya kamu menyadari semakin bertambah usia, kulit akan mengalami penuaan. DNA pada sel kulit merupakan faktor kontributor utama pada penuaan. Melihat banyaknya perempuan yang concern dengan penampilan dan penuaan, maka perusahaan farmasi dan kosmetik berlomba menemukan terobosan. Salah satunya dengan epigenetic skin care.

Apa itu epigenetik?
Epigenetik atau “kontrol di atas genetika,” mempelajari bagaimana sinyal lingkungan memengaruhi “ekspresi” gen. Epigenetik menjadi bagian dari pemahaman baru tentang cara kerja gen yang menantang teori bahwa DNA mengendalikan seluruh proses biologi. Wawasan epigenetik menunjukkan bahwa orang dapat meningkatkan kualitas kehidupan melalui intervensi tindakan langsung dan ngga dibatasi determinisme genetik.
Perubahan epigenetik adalah peristiwa normal dan alami, tetapi dapat dipengaruhi oleh usia, lingkungan atau gaya hidup, konsumsi makanan, dan kondisi penyakit. Di bidang kecantikan sendiri, pada tahun 2011, ilmuwan Jepang menemukan bahwa ketika memaparkan sel kulit pada rangsangan tertentu, bisa diperoleh tanggapan positif dari DNA sel tanpa mempengaruhi struktur genom. Hal ini memberikan harapan terkait interfensi eksternal pada kulit yang mempengaruhi respon DNA, sehingga memberikan outcomes yang diinginkan.
Epigenetic Skin Care
Mengutip dari HelloGiggless, Dr. Frauke Neuser, Direktur Penelitian Olay menyatakan epigenetic skin care didasarkan pada konsep bahwa bahan perawatan kulit dapat memengaruhi perilaku gen dan menangkal peningkatan atau penurunan aktivitas yang tidak diinginkan dengan mengaktifkan atau menonaktifkan gen tertentu tanpa mengubah DNA sequence atau urutan DNA yang ada Lebih tepatnya dianalogikan sebagai meningkatkan atau menurunkan suatu gen.
Dampak epigenetik terhadap perawatan kulit sangat menarik. Para ilmuwan sekarang menggunakan prinsip di balik epigenetik untuk menciptakan formula perawatan kulit. Berfokus pada terobosan yang berdampak pada kesehatan sel dan membantu mengubah pola ekspresi gen dari waktu ke waktu. Sehingga kulit terlihat dan memiliki kemampuan bekerja lebih kuat atau muda dari usia aslinya.
Beda Epigenetic Skin Care dan Skin Care Tradisional
Epigenetic skin care dirancang untuk masuk lebih dalam melampaui formula tradisional untuk tidak hanya mempengaruhi tingkat sel tetapi juga genetik. Formulasi produk epigenetic skin care seringkali mengombinasikan berbagai bahan untuk mencapai efek maksimal pada produk skin care biasa. Contohnya dalam terobosan anti-aging, penambahan carob seed extract pada produk dengan kandungan niacinamide (vitamin B3) dan peptida.
Terkait epigenetic skin care, hingga sekarang belum ada brand yang boleh mengklaim produknya dapat bekerja hingga level genetik. Diakrenakan efek perubahan hingga level gen masuk dalam teritori obat-obatan yang diatur oleh FDA. Sehingga, banyak formulasi epigenetik menekankan manfaat kosmetik dari produk, bukan menyasar langsung pada genetik.

Keuntungan Penggunaan Epigenetic Skin Care
Dr. Frauke Neuser menambahkan, epigenetic skin care muncul dari ide ‘membantu kulit membantu dirinya sendiri’ dengan mengatur proses yang terjadi secara alami di kulit. Sehingga, bukan hanya mengandalkan bahan aktif ekstrinsik untuk membantu dan meningkatkan kesehatan dan penampilan kulit.
Penelitian Trombini et al. pada SOFW Journal, menemukan bahwa menargetkan mekanisme epigenetik, bahan anti-aging spesifik secara positif mempengaruhi kulit, mengupayakan membalikkan jam penuaan sehingga membuat kulit tampak lebih muda.
Sahabat Sehat, dikarenakan kompleksnya penelitian untuk menghasilkan epigenetic skin care, sekarang hanya ada beberapa saja produk di pasaran. Apakah kamu tertarik mencobanya?
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
