Fenomena Phubbing Bikin Kamu Asik Sendiri

Halo, Teman Sehat! Di era digital ini, tentunya kamu sudah ngga asing lagi dengan kehadiran berbagai macam teknologi, salah satunya smartphone. Yap, smartphone nampaknya sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Tak dipungkiri, smartphone memiliki berbagai macam fungsi yang memudahkan kegiatan kamu. Tapi, pernahkah kamu mendengar tentang kebiasaan buruk berkaitan dengan kegiatan saat menggunakan smartphone seperti phubbing? Apa saja dampak yang dapat ditimbulkan dari fenomena phubbing? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Apa itu phubbing?

Phubbing merupakan gabungan dari kata, “phone” dan “snubbing”, artinya sikap mengabaikan orang-orang sekitar dan lebih memilih asik sendiri dengan ponsel. Phubbing bisa terjadi di macam-macam hubungan, mulai dari hubungan orang tua-anak, hubungan dengan pasangan, hubungan pertemanan, bahkan hubungan antara bos dan pegawai.

Woman Using Smartphone While Lying on Couch

Di era berkembangnya teknologi informasi seperti sekarang ini, fenomena phubbing sudah dianggap biasa oleh masyarakat, padahal perlu diingat bahwa phubbing merupakan perilaku negatif yang seharusnya ngga menjadi kebiasaan.

Apa dampak yang ditimbulkan?

Beberapa studi menyatakan bahwa phubbing bersifat destruktif atau dapat merusak suatu hubungan karena menyebabkan orang lain merasa teracuhkan dan terasingkan. Hal tersebut bisa menurunkan kualitas interaksi dan meningkatkan kemungkinan konflik dalam suatu hubungan. Fenomena phubbing meregangkan hubungan bos dan pegawai bahkan mampu menurunkan performa kerja pegawai, loh. Kepercayaan kepada bos akan menurun dan kepuasan kerja pegawai akan berkurang sehingga berdampak pada penurunan performa kerja kantor.

Group Of People Using Laptops

Hal yang perlu diwaspadai dari phubbing adalah efeknya bagi diri sendiri. Phubbing bisa mengarah pada kecenderungan perilaku kecanduan internet dan ponsel. Kebiasan tersebut memicu munculnya gangguan psikologis.

Parent phubbing dan dampaknya bagi anak

Berkaca dari fakta di atas, tentunya akan sangat disayangkan jika seseorang membiasakan phubbing dalam kehidupan sehari-hari, terlebih pada hubungan orang tua-anak. Pasalnya, hubungan orang tua dan anak akan sangat memengaruhi tumbuh kembang anak di kemudian hari. Sebuah studi menunjukkan bahwa parent phubbing dapat memengaruhi kondisi mental anak serta berisiko mengakibatkan gejala depresi pada anak. Parent phubbing akan membuat anak merasa tersisihkan dan ngga diperhatikan oleh orang tua sehingga memicu munculnya depresi, sifatagresif, dan perilaku menyimpang lainnya

Multiethnic family spending time together on couch with gadgets

Studi lainnya menyatakan bahwa parent phubbing berkaitan dengan munculnya perilaku yang sama saat anak beranjak remaja (adolescent phubbing). Orang tua merupakan role model bagi anak, dimana anak akan meniru pola perilaku, sikap, dan norma sosial orang tua. Jika orang tua terbiasa melakukan phubbing saat berinteraksi dengan anak, maka besar kemungkinan anak akan meniru kebiasaan orang tuanya ketika dewasa.

Nah, itulah tadi beberapa dampak fenomena phubbing dalam kehidupan sehari-hari. Phubbing termasuk perilaku negatif dan ngga seharusnya dibiasakan ya, Teman Sehat. Oleh karena itu, mari gunakan ponsel secara bijak mulai dari sekarang. Jangan sampai ponsel mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Share artikel ini ke orang-orang di sekitar kamu, ya!

Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.