Hati-hati! Kenali Gejala Botulisme pada Bayi

Halo Sahabat Sehat! Sudahkah kamu mendengar tentang botulisme? Penyakit ini bisa berakibat fatal, loh. Nah, terus bagaimana nih kalau botulisme terjadi pada bayi? Yuk, kita simak bahasannya!

botulisme pada bayi
Foto: Freepik.com

Botulisme pada bayi

Botulisme merupakan sebuah penyakit yang diakibatkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Walaupun tergolong jarang terjadi, penyakit ini bisa berakibat fatal apabila diderita seseorang. Salah satu penyebab dari botulisme, yaitu dari makanan yang terkontaminasi racun bakteri Clostridium botulinum, yakni racun botulinum. 

Botulisme pada bayi (infant botulism) terjadi ketika bayi menelan spora Clostridium botulinum dan menyababkan bakteri tersebut dapat bisa tinggal di usus. Bakteri akan mengeluarkan racun yang berbahaya bagi bayi. Botulisme biasanya terjadi pada bayi berusia di bawah 6 tahun. Pada anak di atas 6 bulan dan orang dewasa, hal tersebut biasanya jarang terjadi karena sistem pertahanan tubuhnya lebih kuat. Tapi tentu saja ngga menutup kemungkinan penyakit ini juga bisa dialami oleh semua usia.

Gejala Botulisme pada Bayi

Bayi yang mengalami botulisme biasanya akan mengalami susah buang air besar. Setelah itu, biasanya akan terjadi kelemahan otot dalam 4-5 hari yang juga seringkali disertai gangguan pernapasan, kemungkinan henti pernapasan juga bisa terjadi. Gejala lainnya yang bisa muncul yaitu kesulitan diberi makan, jarang menangis, ekspresi wajah datar, kelemahan tangan, kaki, dan kepala, serta kelopak mata bayi sulit terbuka sempurna. Beberapa refleks atau gerakan otomatis pada bayi juga bisa hilang, seperti refleks menghisap bayi.  

gejala botulisme pada bayi
Foto: Freepik.com

Dari mana saja bisa terkena botulisme?

Pertumbuhan bakteri dan pembentukan racun bakteri biasanya terjadi pada produk yang disimpan dalam kondisi oksigen terbatas seperti pada makanan kaleng. Suhu penyimpanan dan pengawet yang digunakan juga berpengaruh. Bakteri Clostridium botulinum seringkali terdapat pada pangan yang kurang baik pengolahan dan penyimpanannya. Pangan dalam kaleng yang telah terkontaminasi bakteri ini biasanya memliki ciri kaleng yang mengembung. Selain itu, hindari pula mengonsumsi pangan yang berbau busuk dan telah lewat masa kadaluwarsanya. 

Sahabat Sehat perlu lebih waspada nih, dengan keberadaan bakteri Clostridium botulinum yang bisa menyebabkan pada botulisme pada bayi. Selalu pastikan pangan yang akan dikonsumsi sudah disimpan dalam kondisi baik, terutama untuk produk makanan kaleng. Waspadai pula jika ada gejala yang muncul, supaya penyakit ini bisa ditangani dengan baik.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

CDC. Infant Botulism. https://www.cdc.gov/botulism/infant-botulism.html. Diakses 23 Juli 2021.

Eurasian J Med. Infant Botulism. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4261338/. Diakses 23 Juli 2021.

WHO. Botulism. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/botulism. Diakses 23 Juli 2021.

NHS UK. Botulism. https://www.nhs.uk/conditions/botulism/. Diakses 23 Juli 2021.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.