Halo Sahabat Sehat! Sebagian besar ibu hamil ngga menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi virus Hepatitis B. Gejala yang muncul pun samar hingga tak menunjukkan manifestasi yang signifikan. Contohnya adalah rasa mual dan muntah, merasa lelah, nafsu makan menurun, sakit perut, nyeri otot dan persendian hingga penyakit kuning.
Saat awal kehamilan, ibu hamil umumnya disarankan untuk melakukan serangkaian pemeriksaan darah, termasuk skrining hepatitis B.

HbsAg pada hepatitis
HbsAg merupakan singkatan dari Hepatitis B surface antigen. Hasil tes darah bisa menunjukkan tanda positif (reaktif) atau negatif (non-reaktif) melalui deteksi surface antigen atau antibodi yang terbentuk akibat virus hepatitis B yang masuk ke dalam tubuh.
HbsAg positif menandakan bahwa antigen sudah ada dan tubuh telah terinfeksi hepatitis B. Penyakit ini tak memberikan pengaruh pada janin selama kehamilan. Meski demikian, peluang bayi tetap bisa terinfeksi virus hepatitis B saat lahir sebesar 90% jika ibu masih positif memiliki virus. Ini karena virus bisa berpindah dari ibu ke bayi melalui darah dan cairan vagina ibu saat proses persalinan. Kondisi ini berisiko tinggi mengancam jiwa.
Selain itu, hepatitis B pada ibu hamil juga berpotensi memicu komplikasi, yakni diabetes gestasional, ketuban pecah dini, perdarahan saat kehamilan, hingga batu empedu. Imunisasi dan obat antivirus bisa diberikan selama kehamilan guna meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah perkembangan virus hepatitis B pada janin.

Strategi pengatasan HbsAg positif pada ibu hamil
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan pemberian vaksin hepatitis B pada semua bayi, tanpa memandang kondisi yang menyertai. Merujuk pada Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebagai langkah pencegahan penularan dari ibu ke bayi, vaksin hepatitis B dosis pertama diberikan pada bayi paling lambat 12 jam beberapa saat sesudah lahir.
Vaksin ini sudah cukup memberikan perlindungan jangka pendek bagi bayi. Efektivitas vaksin dan antibodi akan bekerja sekitar 85-95 % untuk mencegah infeksi pada bayi. Selanjutnya, bayi akan mendapatkan vaksin hepatitis B dosis berikutnya dalam waktu 6-18 bulan ke depan. Total tiga dosis vaksin akan memaksimalkan perlindungan pada bayi.
Selain itu, bayi yang terlahir dari ibu yang memiliki HbsAg positif juga akan menerima suntikan immunoglobulin hepatitis B. Perawatan dan pengobatan juga akan terus dilanjutkan dan dilakukan pemantauan terapi bagi ibu yang mendapatkan obat antivirus atau suntikan interferon untuk menekan replikasi virus.
Sahabat Sehat, pemeriksaan kandungan secara rutin sangat disarankan untuk menghindari terjadinya berbagai penyakit berbahaya yang rentan menyerang ibu hamil dan janin. Infeksi hepatitis B hingga saat ini masih menjadi masalah yang cukup sering ditemui pada kelompok ibu hamil.
Referensi
Putri NH. 2020. HbsAg positif atau reaktif saat tes lab, ini artinya. https://www.sehatq.com/artikel/hbsag-positif-atau-reaktif-saat-tes-lab-ini-artinya. Diakses 7 Oktober 2022
Handayani VV. 2020. Positif hepatitis b saat hamil, ibu lakukan ini. https://www.halodoc.com/artikel/positif-hepatitis-b-saat-hamil-ibu-lakukan-ini. diakses 7 Oktober 2022
Quamila A. 2021. Panduan menjaga kehamilan yang sehat apabila anda terinfeksi hepatitis. https://hellosehat.com/pencernaan/hati/dampak-hepatitis-saat-hamil/. Diakses 7 Okt 2022
