Sahabat Sehat pasti udah ngga asing lagi kan dengan makanan satu ini? Yap, jagung seringkali menjadi pilihan hidangan yang dinikmati dalam berbagai situasi. Kenapa lagi kalau bukan karena bisa disajikan dengan berbagai kreasi. Kamu biasa mengonsumsi ini juga ngga nih?
Selain karena daya tarik tersebut, memang sudah seharusnya kamu membiasakan diri mengonsumsi si biji kuning ini. Alasannya supaya kamu ngga terpaku hanya mengonsumsi satu jenis makanan pokok aja, tapi juga makanan alternatif pengganti.
Benar sekali! Kamu bisa mengonsumsi ini sebagai pengganti nasi, loh! Sudah diketahui bersama bahwa jagung merupakan salah satu makanan sebagai sumber karbohidrat bagi tubuh untuk menghasilkan energi. Tapi, tau ngga sih ternyata jagung juga digolongkan sebagai makanan fungsional?

Sebenarnya apa itu makanan fungsional itu?
Secara singkatnya, dengan mengonsumsi makanan tersebut kita dapat memperoleh manfaat selain dari fungsi dasar mereka bagi tubuh. Berarti si jagung ini punya manfaat lain bagi tubuh selain sebagai sumber karbohidrat.
Eits, sesuatu bisa dikatakan pangan (makanan-minuman) fungsional juga ngga bisa sembarangan. Menurut para ilmuan Jepang, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi supaya bisa disebut sebagai pangan fungsional, yakni harus merupakan pangan (bukan suplemen, tablet, kapsul, dll) yang berasal dari bahan alam, bisa dikonsumsi sehari-hari dan punya fungsi tertentu pada kesehatan ketika dikonsumsi dan dicerna dalam tubuh.
Jagung sebagai makanan fungsional
Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung masih punya zat gizi lainnya yang bisa bermanfaat bagi tubuh. Menurut penelitian, Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Jepang telah mengelompokkan 12 komponen senyawa dalam makanan fungsional-baik itu gizi dan non gizi. Serat pangan, gula alkohol, protein tertentu, kolin, bakteri asam laktat (probiotik), oligosakarida (prebiotik), asam lemak tak jenuh rantai panjang, vitamin, mineral, lesitin, glikosida, fitokimia, dan antioksidan.
Hingga saat ini, dalam pangan fungsional serat masih menjadi komponen paling banyak digunakan. Adanya serat pangan bisa menjaga saluran cerna serta menjaga kesehatan tubuh terutama dari penyakit generatif seperti diabetes.
Dalam 100 gram BDD (Berat Dapat Dimakan) jagung kuning pipil kering yang masih mentah terdapat 2,20 gram serat pangan. Selain itu, juga memiliki kandungan protein serta beberapa vitamin dan mineral yang tinggi seperti vitamin C, seng, dan fosfor.

Jagung bagi penderita diabetes
Diabetes merupakan penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula atau glukosa darah. Dalam penelitian, dikatakan bahwa jagung memiliki serat pangan dengan indeks glikemik (IG) rendah dibandingkan dengan beras, sehingga lebih disarankan untuk dikonsumsi bagi penderita diabetes. IG merupakan indikator seberapa cepat makanan yang mengandung karbohidrat berubah menjadi gula dan meningkatkan kadar gula dalam tubuh.
Jika suatu makanan memiliki IG yang tinggi, maka maknan tersebut akan semakin cepat dicerna dan berubah menjadi gula darah. Sementara itu, jika suatu makanan dengan IG rendah dikonsumsi, maka gula darah bisa lebih terkontrol karena makanan lebih lambat dicerna, sehingga membutuhkan waktu lebih lama bagi karbohidrat yang terdapat dalam makanan untuk diubah menjadi gula darah.
Tapi, perlu diingat makanan yang berindeks glikemik rendah ngga hanya jagung ya, Sahabat Sehat! Masih banyak makanan lain yang bisa dikonsumsi penderita diabetes. Oleh sebab itu, kamu juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang beragam.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
