Sahabat Sehat, menopause merupakan terhentinya menstruasi secara permanen yang menandakan bahwa perempuan sudah ngga lagi pada fase reproduktif. Menopause terjadi karena kadar hormon estrogen dalam tubuh menurun secara bertahap. Fase terakhir proses menopause atau terhentinya menstruasi biasanya dialami perempuan sejak usia 51 tahun.
Selain ditandai oleh perubahan siklus menstruasi dari yang semula teratur menjadi ngga teratur dan terhenti, proses menopause kerap disertai gejala lain yang menimbulkan rasa ngga nyaman pada tubuh. Yuk, simak 4 gejala umum menopause berikut ini!

Sindrom vasomotor
Sindrom vasomotor merupakan sekumpulan gejala yang disebabkan oleh peningkatan suhu tubuh akibat pelebaran pembuluh darah. Sindrom ini terjadi pada 75% perempuan yang sedang dalam proses menopause.
Sindrom vasomotor yang paling kerap terjadi yakni hot flashes yang merupakan sensasi panas dan gerah yang terasa khususnya di tubuh bagian atas. Hot flashes rata-rata terjadi selama 3-4 menit dengan interval yang ngga tentu. Gejala ini rata-rata terjadi selama 5,2 tahun dalam proses menopause. Selain hot flashes, sindrom vasomotor juga meliputi gejala lain seperti keringat malam, palpitasi, dan migrain.
Sindrom genitourinaria menopause
Sindrom genitorunaria menopause merupakan sekumpulan gejala perubahan saluran genitalia bawah yang timbul akibat rendahnya kadar hormon estrogen. Sindrom ini terjadi pada 60% perempuan yang sedang dalam proses menopause.
Pada perempuan yang mengalami sindrom genitourinaria menopause, terjadi penurunan aliran darah ke vagina akibat penurunan kadar hormon estrogen. Hal tersebut menyebabkan terjadinya penurunan sekresi vagina, peningkatan pH vagina, penurunan epitel permukaan, dan peningkatan sel parabasal. Dampaknya, timbul gejala sindrom genitourinaria menopause yang meliputi atrofi vulva dan vagina, kekeringan vagina, penyempitan dan pemendekan vagina, turunnya rahim, dan inkontinensia urin. Dalam jangka panjang, gejala-gejala tersebut bisa menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual (dispareunia), iritasi, dan peningkatan risiko infeksi saluran kemih.
Perubahan mood
Perubahan mood dialami oleh 45% perempuan yang sedang mengalami menopause. Saat menopause, perempuan bisa mengalami peningkatan kecemasan dan depresi. Hal tersebut disebabkan oleh perubahan hormon selama menopause. Selain itu, perubahan mood pada perempuan yang sedang mengalami proses menopause dikarenakan oleh kondisi ngga bisa memiliki anak lagi dan perpisahan dengan pasangan.

Gangguan tidur
Menopause diketahui berkaitan dengan gangguan tidur pada perempuan. Seorang perempuan yang mengalami masa pramenstruasi menjelang menopause diketahui dapat kehilangan waktu tidur sebanyak 25 menit per malamnya.
Gangguan tidur pada perempuan yang sedang mengalami proses menopause bisa dijelaskan oleh adanya kecenderungan penurunan kualitas tidur seiring dengan bertambahnya usia, adanya perubahan hormonal, dan adanya sindrom vasomotor yang dapat mengganggu kenyamanan tidur. Selain itu, gangguan tidur pada perempuan yang sedang mengalami proses menopause juga diketahui berhubungan dengan status sosioekonomi dan kepuasan terhadap pernikahan yang rendah.
Sahabat Sehat, menopause merupakan proses biologis yang akan dialami oleh setiap perempuan. Supaya Sahabat Sehat bisa melewati masa menopause dengan baik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan saat mengalami salah satu gejala di atas, ya!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Terima kasih untuk informasinya