Kenali 5 Jenis Material Alat saat Memasak!

Halo, Teman Sehat! Saat ini memasak sudah menjadi salah satu kegiatan yang banyak digemari oleh semua kalangan. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang, memasak menjadi pilihan yang tepat untuk memastikan kebersihannya. Tapi, tahukah kamu pentingnya memilih alat masak yang aman  untuk digunakan? Yuk, kenali berbagai jenisnya dan keamanannya, di sini!

1. Teflon

Teflon merupakan wajan yang berbahan dasar polytetrafluoroethylene (PTFE) dengan sifat anti lengket pada teflon. Alat masak satu ini kurang baik digunakan untuk mengolah makanan pada suhu tinggi (≥300oC).

Hal ini dikarenakan dalam proses pengolahan makanan, bisa membuat lapisan teflon semakin terkikis, sehingga menimbulkan kontaminasi zat toksik yang ngga diiinginkan, seperti Perfluorooctanoic Acid (PFOA). Menurut American Cancer Society, zat PFOA  meningkatkan risiko penyakit kanker karena bersifat karsinogenik.

2. Tembaga

Sifat tembaga sebagai penghantar panas yang baik, dijadikan alasan mengapa bahan ini banyak dipilih sebagai bahan dasar untuk membuat wajan dan panci. Memasak menggunakan  bahan ini cenderung memberikan perubahan warna dan rasa pada masakan yang bersifat asam. Selain itu, penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan kontaminasi kandungan tembaga pada masakan yang bisa menimbulkan efek mual, muntah, dan diare.

3. Alumunium

Alumunium merupakan jenis bahan yang memiliki sifat penghantar panas yang baik dan anti lengket, sehingga lebih mudah untuk dibersihkan. Bahan makanan yang bersifat asam dan asin kurang baik jika diolah menggunakan alat masak dengan bahan ini.

Hal ini dikarenakan alumunium bersifat mudah aus dan meningkatkan risiko kontaminasi dengan masakan. Tapi, kamu ngga perlu khawatir, karena paparannya dalam jumlah kecil, masih aman untuk digunakan.

4. Stainless steel

Stainless steel merupakan bahan metal yang terdiri dari campuran nikel, kromium, dan karbon. Bahan ini disebut ‘stainless’ karena memiliki sifat anti korosi, sehingga alat masak ini lebih tahan lama.

Bahan ini juga memiliki risiko kontaminasi paling kecil, sehingga bisa digunakan untuk memasak berbagai macam jenis olahan makanan. Kekurangannya yaitu material ini kurang baik dalam menghantarkan panas, sehingga masakan lebih sulit matang merata.

5. Cast Iron

Alat masak berbahan besi atau cast iron,  ngga punya sifat anti lengket, sehingga lebih susah untuk dibersihkan dan membutuhkan lebih banyak minyak saat akan memasak. Menurut studi yang dilakukan di India, memasak menggunakan alat berbahan besi, bisa meningkatkan kandungan zat besi dalam masakan.

Jenis alat masak berbahan besi juga tersedia dalam bentuk yang dilapisi porselen atau disebut enamel-coated cast iron. Jenis ini lebih mudah untuk dibersihkan dan bisa mengurangi perubahan rasa pada masakan.

6. Kaca

Keunggulan alat masak berbahan kaca yaitu bebas dari bahan kimia, sehingga lebih ramah lingkungan dan sangat mudah dibersihkan. Alat masak jenis ini, terdiri dari beberapa tipe, seperti tempered-glass, heat-strengtened glass, dan borosilicate glass.

Bahan ini juga lebih aman digunakan untuk mengolah masakan dalam suhu tinggi seperti memanggang di dalam oven maupun microwave. Kekurangan memasak dengan bahan ini, yaitu lebih rentan untuk retak dan pecah.

Nah,  itulah beberapa jenis material alat masak yang perlu kamu ketahui. Jangan lupa selalu perhatikan aturan pemakaian dan penjagaan kebersihannya agar masakan tetap aman dan sehat.

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *