Kenali Jenis Bahan Kemasan untuk Mengemas Daging

 

Teman Sehat, saat berbelanja daging, kemasan apakah yang kamu dapatkan? Plastik atau wadah plastik? Sebetulnya penting ngga sih, memilih jenis kemasan untuk membungkus produk ini? Seperti yang kamu tahu, kandungan protein yang tinggi pada daging membuat bakteri jahat mudah menempel. Lalu jenis kemasan apa aja ya, yang baik digunakan? Yuk, simak!

Aluminium foil

Alumunium foil, atau kemasan alumunium, bisa kamu gunakan sebagai wadah pengemas daging. Kemasan ini bersifat ngga berbau dan berbahaya, membantu menghambat pertumbuhan bakteri jahat, kedap cahaya dan oksigen, serta higienis.

Sumber: www.cedo.com

 

Kemasan ini juga sudah banyak digunakan untuk mengemas bahan pangan maupun makanan yang bisa disimpan pada suhu ruangan maupun suhu beku. Kemasan ini terdapat dua bentuk, yaitu lembaran maupun wadah, yang bisa kamu gunakan.

Polystyren (PS)

Ingatkah kamu, jika membeli daging segar di pasar swalayan akan diberikan wadah plastik seperti styrofoam yang dibungkus plastic wrap? Nah, wadah mirip styrofoam itulah yang dimaksud golongan polystyren (PS). Kemasan ini dibuat dari minyak bumi, sifatnya memiliki kenampakan yang jernih. Kemasan ini juga biasa digunakan untuk kemasan sayur, buah, daging, dan cup yogurt, loh!

Poly Vinyl Chlorida (PVC) dan Poly Vinylidine chloride (PVDC)

Kedua jenis kemasaan ini, PVC dan PVDC nampak seperti wadah plastik yang hanya bisa digunakan sekali. Keduanya juga merupakan kemasan plastik yang sekilas terlihat sama, tapi ternyata memiliki perbedaan, loh!

PVC merupakan bahan kemasan yang tahan terhadap bahan kimia, stabil, dan tahan terhadap pengaruh cuaca. Sedangkan PVDC, merupakan bahan pengemas yang ngga tahan pada suhu pemanasan, karena bisa mengkerut. Tapi, kemasan ini kedap terhadap beberapa gas, seperti oksigen, karbondioksida, dan uap air, serta tahan terhadap zat kimia dan minyak.

PVC dalam bentuk lembaran, bisa digunakan untuk mengemas buah, sayur, ikan dan daging segar. Sedangkan PVDC biasanya digunakan untuk mengemas produk beku, seperti daging-dagingan dengan atau tanpa proses vakum dan keju.

Nah, itulah beberapa jenis bahan kemasan yang bisa kamu gunakan untuk mengemas daging baik segar maupun olahan. Gunakanlah bahan kemasan sesuai dengan cara yang telah ditetapkan. So, pilihlah kemasan yang sesuai untuk bahan makanan yang kamu beli atau simpan ya, Teman Sehat!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *