Kenali Kleptomania dan Penyebabnya

Apakah Sahabat Sehat pernah mendengar tentang kleptomania? Kleptomania merupakan impulse control disorder, yang membuat penderitanya sulit mengendalikan emosi dan perilaku, sehingga timbul dorongan untuk mencuri.

Apa bedanya dengan pencuri biasa? Motifnya berbeda. Seseorang dengan kleptomania tidak mencuri karena membutuhkan barang tersebut, tetapi untuk memenuhi dorongan keinginan mencuri hingga akhirnya merasa lega dan tenang. Apa sih penyebabnya? Yuk, simak info berikut!

penyebab kleptomania
Foto: Pexels.com

Gejala Kleptomania

Terdapat berbagai gejala kleptomania yang dialami penderita. Menurut ungkapan American Psychiatric Association dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders versi V (DSM V), karakteristik utama dari kleptomania adalah kegagalan berulang untuk menahan hasrat mencuri benda yang tidak dibutuhkan.

Gejala berikutnya adalah merasakan peningkatan kecemasan, ketegangan, ataupun gairah yang mengarah pada tindak pencurian. Penderita juga merasakan kesenangan, kepuasan, dan kelegaan saat mencuri.

Biasanya akan timbul rasa bersalah, malu, menyesal, membenci diri sendiri, dan takut ditangkap setelah peristiwa pencurian. Namun, dorongan untuk mencuri tersebut hadir lagi dan hal ini merupakan pengulangan siklus kleptomania.

Penyebab dan Faktor Risiko

Lalu, apa sebenarnya penyebab kleptomania? Penyebab kleptomania belum sepenuhnya diketahui hingga sekarang. Akan tetapi, penyebab potensialnya adalah ketidakseimbangan bahan kimia di otak atau neurotransmitter. Senyawa ini berperan dalam pengiriman pesan di otak. Namun, saat bahan kimia ini tidak seimbang, akan terjadi masalah pada cara otak merespons dorongan. Stres merupakan penyebab potensial lain dari kleptomania, baik disebabkan oleh stresor besar, maupun kombinasi stresor yang lebih kecil.

Gangguan kontrol impuls berupa kleptomania ini lebih berisiko pada orang dengan riwayat keluarga kondisi serupa, memiliki gangguan obsesif-kompulsif, atau terbiasa mengonsumsi alkohol dan zat lainnya. Seseorang yang menderita gangguan mental lainnya, seperti bipolar, gangguan kecemasan, gangguan kepribadian, gangguan makan, dan sebagainya, juga lebih berisiko mengalami kleptomania.

gejala dan pengobatan kleptomania
Foto: Pexels.com

Bagaimana Mengetahuinya?

Kondisi kleptomania ini bisa didiagnosis oleh psikiater, psikolog, atau profesional kesehatan mental lainnya. Sebelum didiagnosa, pasien biasanya akan ditanya mengenai keadaan dan kondisi sebelum, selama, hingga setelah pencurian. Ini juga dilakukan guna memastikan bahwa tindakan mencuri tersebut ngga disebabkan oleh delusi, halusinasi, kemarahan, ataupun gangguan kesehatan mental lainnya.

Pengobatan Kleptomania

Kleptomania ini sulit diatasi sendiri, sehingga memerlukan pengobatan agar kondisi ini tidak semakin parah atau berkelanjutan. Pengobatan kleptomania ini meliputi psikofarmakologi yang melibatkan obat-obatan dan psikoterapi.

Obat yang biasa diberikan berupa antagonis opioid, obat antidepresan (selective serotonin reuptake inhibitor/SSRI), dan obat lain ataupun kombinasi obat-obatan. Sedangkan, psikoterapi yang bisa dilakukan adalah perilaku terapi kognitif. Terapi ini membantu mengidentifikasi serta memperbaiki keyakinan dan perilaku negatif.

Jika ngga mendapat penanganan yang tepat, kleptomania bisa menimbulkan masalah emosional, keluarga, keuangan, pekerjaan, dan hukum. Penderita juga selalu merasa bersalah, malu, takut, cemas, setiap saat setelah mencuri karena tidak mampu menolak dorongan yang muncul. Dengan demikian, apabila Sahabat Sehat menyaksikan atau merasakan gejala kleptomania, segeralah berkonsultasi dengan tenaga profesional untuk mendapat penanganan yang tepat.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Alodokter.com. 2022. Kleptomania. https://www.alodokter.com/kleptomania. Diakses pada 23 Agustus 2022.

Fadli, Rizal. 2022. Kleptomania. https://www.halodoc.com/kesehatan/kleptomania. Diakses pada 23 Agustus 2022.

Handayani, Verury Verona. 2019. Orang dengan Kleptomania Sadar dengan Tindakannya? https://www.halodoc.com/artikel/orang-dengan-kleptomania-sadar-dengan-tindakannya. Diakses pada 23 Agustus 2022.

Oktania, Reti dan Winarini Wilman D. Mansoer. 2020. Pengalaman Individu dengan Riwayat Kleptomania. Jurnal Psikologi Ulayat, 7(2), 140-162.

Pamardisiwi, Tiara Awanisa. 2022. Kleptomania: Pencuri yang Mencari Sensasi. https://psikologi.unnes.ac.id/kleptomania-pencuri-yang-mencari-sensasi/. Diakses pada 23 Agustus 2022.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.