Hai, Sahabat Sehat, lapar merupakan sinyal tubuh yang paling sering kamu alami dan hormon yang berperan dalam aktifitas tersebut yaitu leptin. Mungkin hormon ini masih terdengar asing, tapi sebenernya sudah banyak sekali penelitian yang meghubungkan leptin dengan kondisi berat badan seseorang, karena kemampuannya dalam mengendalikan lapar. Kenapa begitu ya?

Hormon Leptin?
Leptin merupakan hormon yang disintesis oleh jaringan adiposa dan tersusun dari 167 asam amino. Leptin berfungsi untuk memberikan sinyal simpanan energi dalam tubuh yang terdapat dalam sistem saraf pusat, dengan begitu otak bisa menyesuaikan keseimbangan antara energi yang masuk dan dikeluarkan oleh tubuh.
Kadar leptin bisa meningkat setelah mengkonsumsi banyak makanan dalam beberapa hari dan menurun pada 12 jam setelah kelaparan atau selama puasa. Sensitifitas dan produksi hormon leptin dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu psikologis, genetik, dan lingkungan.
Kemampuan Mengendalikan Berat Badan
Leptin memiliki kemampuan dalam mengedalikan berat badan hal ini berkaitan dengan kemampuannya mengatur metabolisme untuk keseimbangan energi dan berat badan. Selain itu leptin mengendalikan berat badan dengan cara menghambat rasa lapar dan meningkatkan metabolisme energi. Pada orang dengan jaringan lemak tinggi memiliki kadar leptin lebih tinggi dibandingkan dengan yang memiliki jaringan lemak sedikit.

Indikator Obesitas
Berdasarkan hasil penelitian terkait obesitas yang telah lama dilakukan, menunjukan bahwa leptin diyakini memiliki hubungan dengan obesitas. Setiap terjadi kelainan pada leptin maupun reseptornya, risko seseorang untuk mengalami obesitas menjadi lebih tinggi. Bahkan ngga sedikit penelitian yang sudah membuktikan bahwa orang yang mengalami obesitas memiliki kadar leptin lebih tinggi dibandingkan yang berat badannya normal.
Penanda Risiko Penyakit Kardiovaskular
Kondisi kelebihan hormon leptin atau hiperleptinemia memiliki hungan dengan kejadian gagal jantung dan hipertensi, karena juga obesitas. Leptin dapat meningkatkan tekanan darah dengan cara merangsang sistem simpatis, serta hormon ini bisa meningkatkan kadar ROS di sel endotel pembuluh darah dan menstimulasi sekresi sitokin proinflamsi yang menjadi penyebab aterosklerosis dan hipertensi.
Hormon leptin dapat dijadikan indikator untuk obesitas dan memiliki peranan penting dalam mengendalikan berat badan. Tapi pola makan yang tepat dan pemilihan makanan yang baik tentu merupakan cara praktis dan upaya yang bisa diakukan untuk menjaga berat badan suapaya tetap ideal. Semoga sehat selalu, Sahabat Sehat!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
