Teman Sehat, pernahkah kamu mendengar istilah hiperventilasi? Gangguan pernapasan yang satu ini bukanlah permasalahan sederhana, sering kali kamu atau orang disekitar kamu mengalami ini tanpa sadar, loh! Ketidaksadaran itulah yang kadang membuat kondisi ini berakibat fatal. Yuk, mengenal lebih jauh tentang hiperventilasi.
Apa itu hiperventilasi?

Hiperventilasi merupakan suatu keadaan gangguan pernafasan, berupa nafas yang cepat dan biasanya dangkal, disertai dengan perasaan cemas, takut, panik dan adanya keluhan fisik. Selain itu, saat sedang mengalaminya biasanya juga terjadi gangguan psikosomatik yang membuat terjadinya penurunan tekanan parsial karbon dioksida (PCO2) arteri. Sering sekali kondisi ini ngga terdeteksi dengan baik oleh psikiater maupun internis, karena biasanya disertai dengan gangguan jantung, angina, asma dan gangguan pernasafan lainnya.
Fakta tentang hiperventilasi

Di Amerika serikat lebih dari 10% pasien penyakit dalam mengalami hiperventilasi, dan kejadian pada wanita lebih tinggi jika dibandingkan dengan laki-laki yaitu antara 2:1 sampai 7:1. Usia 15-55 tahun menempati urutan pertama yang berisiko untuk mengalami kondisi ini, namun jarang terjadi pada bayi. Panik dan hiperventilasi merupakan dua hal yang saling berhubungan karena sering terjadi secara bersamaan. Panik bisa menyebabkan terjadinya gangguan ritme pernafasan dan akan membaik jika dilakukan latihan pernafasan secara benar.
Buteyko Breathing Technique
Buteyko Breathing Technique (BBT) merupakan salah satu teknik pernapasan yang bertujuan untuk mengurangi hiperventilasi dengan cara mengurangi frekuensi pernapasan. Frekuensi pernapasan rendah akan meningkatkan kadar karbon dioksida dalam darah.
Hal tersebut memicu peningkatan tekanan parsial oksigen yang memaksa oksigen terlepas dari hemoglobin (efek Bohr) sehingga meningkatkan pengiriman oksigen ke jaringan. Oksigen yang telah meningkat cenderung mengeluarkan karbon dioksida sehingga terjadi peningkatan sampai 2 kali lipat pengambilan karbon dioksida di jaringan dan yang dilepaskan paru-paru.
Cara melakukan BBT

Cara menerapkan teknik BBT yaitu dengan melakukan beberapa langkah berikut ini:
- Duduk di kursi dengan kondisi tegak
- Buka mata dan melihat keatas
- Mulai bernafas lewat hidung dengan lembut, perlahan dan dangkal
- Hembuskan nafas perlahan sampai terasa tidak ada udara di paru-paru
- Setelah oaru-paru terasa kering, hiruplah kembali udara dengan lembut
- Setelah itu hembuskan lagi
- Lakukan cara ini berkali-kali sebagai latihan
Nah, itulah beberapa hal mengenai hiperventilasi dan cara mengatasinya. Pemeriksaan dokter tentu perlu dilakukan jika kamu mengalami gejala yang berat. BBT bisa kamu terapkan untuk menjaga serta melatih kesehatan pernafasan dan pada kondisi mendesak. Semoga sehat selalu, Teman Sehat!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP
