Jangan Sampai 4 Gangguan Psikologis Ini Terjadi Padamu!

Halo Teman Sehat! Apakah kamu merasa sehat hari ini? Jangan buru-buru menjawab “Ya!”, kenapa?

100615105239_1_540x360

Menurut organisasi kesehatan dunia, sehat terdiri atas 3 komponen, yaitu sehat secara fisik, mental, dan sosial. Jika salah satu komponen tersebut bermasalah, maka bisa mempengaruhi komponen lainnya, dan seseorang bisa dikategorikan ngga sehat.

Sakit secara fisik bisa dengan mudah dikenali, misalnya patah tulang, sakit gigi, atau meriang. Masalah sosial biasanya juga bisa dengan mudah dirasakan, seperti merasa dikucilkan, ngga bisa melaksanakan pekerjaan dengan baik, atau sulit berinteraksi dengan orang lain.

Nah, tapi ada satu masalah yang susah banget buat diidentifikasi. Yap, masalah mental. Banyak orang yang merasa mentalnya sehat-sehat aja, padahal sebenernya sih ngga. Oleh karena itu, ayo kita bahas gangguan-gangguan psikologis yang tanpa disadari sedang terjadi pada diri seseorang, atau bahkan kamu.

1. Depresi

Kehilangan seseorang yang dicintai, pekerjaan, maupun harta benda merupakan kejadian yang bisa mengakibatkan seseorang merasa sedih, kesepian, dan kecewa. Tapi, yang gawat adalah ketika seseorang terlalu berlarut-larut meratapi peristiwa itu dan ngga bisa move on. Nah, inilah yang bisa menyebabkan depresi. Depresi ngga akan menyelesaikan masalahmu, Teman Sehat. Ayo move on dan jadikan masalahmu sebagai bahan belajar.

2. Kecemasan

Merasa cemas sebelum wawancara kerja atau ujian skripsi tentu merupakan hal yang wajar. Kecemasan pun merupakan signal yang baik agar kita lebih mempersiapkan diri terkait apa yang akan kita hadapi ke depannya. Namun, bagaimana jika mengalami kecemasan tanpa alasan? Hal ini tentu ngga baik dan menandakan bahwa tubuh sedang mengalami gangguan psikologis. Gejalanya bisa berupa perasaan panik, ketakutan, kegelisahan, gangguan tidur, tangan berkeringat, sesak nafas, hingga pusing. Meskipun dalam keadaan sedang ngga melakukan hal apapapun, orang dengan gangguan ini akan mengalami masalah-masalah tersebut dan kemudian bisa berkembang menjadi gangguan psikologis yang lebih serius.

3. Paranoid alias parnoan

paranoia1

Secara teori, paranoid merupakan gangguan kepribadian yang melibatkan cara berpikir yang aneh dan eksentrik. Penderita paranoid biasanya juga memiliki ketidakpercayaan dan kecurigaan yang tidak henti-hentinya kepada orang lain atau suatu hal, meskipun pada dasarnya ngga ada alasan yang mengharuskannya untuk curiga. Gelaja-gejala bagi penderita gangguan ini antara lain: meragukan komitmen dan kepercayaan orang lain, enggan curhat kepada orang lain, pendendam, super sensitif, punya kecurigaan bahwa pasangan mereka ngga setia, intinya sulit buat rileks. Kamu ngga gitu kan?

4. Gangguan makan

Apa hubungannya gangguan makan dengan gangguan psikologis? Gangguan makan seperti anoreksia, bulimia, dan binge eating disorder merupakan beberapa gangguan makan yang umum di masyarakat. Menurut National Institute of Mental Health (2016), sekitar 1.1-4.2% wanita pernah mengalami bulimia semasa hidupnya. Sebuah penelitian di Jakarta (2007) menunjukan bahwa 27% remaja memiliki kecenderungan bulimia nervosa. Gangguan makan merupakan dampak dari gangguan psikologis yang berkaitan dengan body image. Biasanya penderita punya pengalaman buruk seperti dicaci karena gendut, terobsesi dengan tubuh sekurus model, atau terobsesi diet.

Kembali lagi pada definisi sehat menurut WHO, jika seseorang mengalami masalah dengan mentalnya, makan dapat berpengaruh pada kesehatan fisik maupun sosialnya. Jadi, jika Teman Sehat merasa memiliki gejala-gejala di atas alangkah baiknya segera ditangani. (agt&don)

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *