Ketahui Gejala Khas pada Diabetisi Perempuan

Teman Sehat, tahukah kamu bahwa perempuan dengan diabetes lebih rentan terkena penyakit jantung, stroke, dan penyakit kronis lainnya dibandingkan laki-laki? Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon wanita yang variatif sesuai periode reproduksi. Tubuh pun kesulitan mengontrol kadar gula darah sehingga risiko komplikasi meningkat. Perempuan yang mengalami diabetes disebut juga diabetisi perempuan.

Tingkat Gula Dalam Darah, Meter, Tangan, Darah, Gula

Nah, seperti yang kita tahu terdapat jenis-jenis diabetes diantaranya diabetes tipe 1, tipe 2, dan gestasional. Diabetisi umumnya sering mengeluh haus dan lapar, sering buang air kecil, lebih mudah lelah, dan lama kelamaan tubuh akan menjadi kurus. Akan tetapi pada diabetisi perempuan, muncul gejala khas sesuai dengan fase reproduksinya. Apa saja? Yuk, simak ulasan berikut!

1. Fase menstruasi

Teman Sehat, pada fase ini diabetisi perempuan akan mengalami keluhan akibat naik turunnya kadar gula darah, seperti siklus mensruasi yang ngga teratur. Nah, beberapa diabetisi perempuan tipe 1 bahkan harus memeriksa kadar gula darah secara berkala. Pemeriksaan dilakukan untuk menentukan kapan harus mendapatkan suntikan insulin atau bahkan menghindarinya dengan tujuan mencegah turunnya kadar gula darah di bawah normal (hipoglikemi).

woman having blood pressure monitor

Sindrom pre menstruasi (PMS) yang dialami semakin parah karena gula darah bisa meningkat atau menurun tajam sewaktu-waktu sehingga mengganggu produktivitas. Naik turunnya kadar gula darah juga meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan meningkatkan kelembaban vagina. Jamur keputihan mudah tumbuh di vagina yang lembab.

2. Fase pasca menikah

Pada periode ini, diabetisi perempuan akan mengalami lebih banyak keluhan, seperti rasa nyeri saat berhubungan intim dan hasrat seksual yang menurun. Keadaan ini semakin diperburuk dengan risiko sindrom ovarium polikistik (PCOS) yang memengaruhi kesuburan. Banyak perempuan yang mengalami stres karena memikirkan kemungkinan sulit hamil.

two mugs with coffee on table

Oleh karena itu, komunikasi dan keterbukaan kepada pasangan merupakan hal yang sangat penting. Pasangan sebaiknya harus bisa meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja. Kondisi mental yang kuat mampu meningkatkan kepercayaan diri sehingga lebih mudah mendapatkan jalan keluar bersama.

Selanjutnya, bagaimana dengan kondisi saat hamil, melahirkan, dan menyusui? Nah, inilah pentingnya merencanakan kehamilan agar diabetisi tetap dalam pengawasan dokter. Diebetisi bisa berdiskusi dengan dokter kandungan dan penyakit dalam jika memang dibutuhkan penanganan khusus, terutama kemungkinan diabetes gestasional. Proses kelahiran dan fase menyusui juga harus diperhitungkan dan dipersiapkan dengan baik.

3. Fase menopause

Teman Sehat, fase menopause datang lebih cepat hingga lima tahun pada diabetisi perempuan. Pada perempuan yang ngga menderita diabetes sebelumnya pun, penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron pada fase menopause akan meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan naiknya berat badan setelah menopause dan diperparah apabila menerapkan gaya hidup yang sedentari (kurang aktivitas fisik).

woman in blue and white floral long sleeve shirt holding white ceramic mug

Nah Teman Sehat, para perempuan sebaiknya penuhi pikiran dan aktivitas dengan mindset positif. Caranya bisa dimulai dari hal yang sederhana, seperti mendukung penuh diabetisi perempuan yang menderita selama bertahun-tahun dan ngga memberikan stigma. Selain itu, kurangi risiko diabetes tipe 2 dengan gaya hidup sehat, gizi seimbang, mengindari rokok dan alkohol, serta segala sesuatu yang memicu peningkatan kadar gula darah. Stay Healthy, Teman Sehat! Share informasi bermanfaat ini ke orang-orang di sekitar kamu, ya!

Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.