Memahami Alzheimer, Bukan Penyakit Pikun Biasa

Halo sahabat sehat, pada bulan ini, tepatnya tanggal 21 September merupakan hari peringatan Alzheimer Sedunia. Penyakit yang rentan dialami oleh lansia (> 65 tahun) ini merupakan penyakit yang mempengaruhi otak hingga menyebabkan penurunan daya ingat dan kesehatan mental. Penyebabnya sangat beragam, misalnya seperti keturunan dan pengaruh lingkungan.

Hari Alzheimer pertama kali diadakan pada tahun 1994, bertepatan dengan 10 tahun terbentuknya Alzheimer’s Disease International (ADI). Kampanye digalakkan oleh organisasi Alzheimer maupun sektor pemerintahan di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Lalu, mengapa penyakit ini menjadi begitu penting untuk disosialisasikan?

mengenalperingatan hari alzheimer's sedunia
Foto: Unsplash.com

Demensia pada Alzheimer

Alzheimer menyebabkan kerusakan sel-sel saraf di otak, hingga memunculkan tanda khas yang dikenal dengan demensia atau pikun (sebesar 60-80%). Kondisi demensia menggambarkan progresivitas penyakit berupa hilangnya memori, suasana hati yang berubah, gangguan komunikasi dan penalaran.

Pikun pada Alzheimer sebenarnya dapat dideteksi sejak dini melalui pendekatan gejala, seperti gangguan daya ingat, kesulitan untuk fokus dan melakukan aktivitas sehari-hari, disorientasi, serta kesulitan untuk memahami visuospasial. Penderita biasanya juga sering meletakkan benda ngga sesuai tempatnya, salah membuat keputusan, menarik diri untuk bergaul, hingga mengalami perubahan perilaku dan kepribadian, seperti depresi, halusinasi, agitasi.

Pemicu lain terjadinya demensia pada Alzheimer yakni menurunnya sejumlah senyawa kimia/neurotransmitter yang berperan mengirimkan pesan di otak. Berbagai faktor yang mendasari kerusakan otak pada Alzheimer menunjukkan bahwa penyakit ini berjalan secara progresif dan bertahap dari waktu ke waktu.

Perbedaan Pikun Biasa dan Demensia

mengenal perbedaan demensia dengan pikun biasa
Foto: Unsplash.com

Pikun bukan bagian dari proses penuaan secara normal. Jika mengalami lupa secara normal, biasanya ingatan akan kembali dalam jangka waktu tertentu atau bila diberi pancingan yang berkaitan dengan ingatan tersebut. Sedangkan demensia terjadi pada hal yang baru sehingga membuat pengidapnya bertanya berulang kali.

Apabila Sahabat Sehat mendapati salah satu atau lebih gejala tersebut pada anggota keluarga, teman, atau saudara, maka jangan menganggap bahwa itu adalah hal biasa. Kamu bisa menganjurkan untuk dilakukannya pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.

Peringatan Hari Alzheimer Sedunia

Sayangnya menurut ADI, dua dari tiga orang di dunia mempunyai pemahaman yang salah tentang Alzheimer. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman mengenai penyakit ini.

Tahukah kamu bahwa tema yang diangkat dalam peringatan Hari Alzheimer Sedunia tahun 2021 adalah “Know Dementia, know Alzheimer’s”. Tema ini merupakan langkah tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengenali demensia sebagai gejala Alzheimer.

Yuk, Sahabat Sehat mari saling berbagi informasi mengenai Alzheimer melalui peran aktif dalam kampanye tindakan pencegahan, penanganan serta membantu penderita Alzheimer untuk kualitas hidup yang lebih baik.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Alzheimer.org.uk. World Alzheimer’s Month. https://www.alzheimers.org.uk/get-involved/world-alzheimers-month Diakses 11 September 2021

Alz.org. What is Alzheimer’s Disease. https://www.alz.org/alzheimers-dementia/what-is-alzheimers Diakses 11 September 2021

Alzi.org. 2019. 10 Gejala Awal Demensia Alzheimer. https://alzi.or.id/10-gejala-awal-demensia-alzheimer/ Diakses 11 September 2021

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.