Mengapa Menopause Terjadi Semakin Cepat?

Teman Sehat, menopause pada perempuan, umum terjadi karena kejadian alami yang harus dilalui. Namun seiring berkembangnya zaman dan perubahan gaya hidup, menyebabkan hal ini ngga cuma terjadi pada perempuan pra-lansia (lanjut usia) melainkan pada perempuan usia dewasa yang belum memasuki fase ini. Kira-kira apa, ya penyebabnya?

Mengenal menopause

Menopause bisa diartikan berhentinya menstruasi pada perempuan secara permanen (lebih dari 12 bulan ngga menstruasi). Hal ini disebabkan adanya perubahan produksi hormon esterogen dan progesteron dari masa produktif menjadi non-produkif.

World Health Organization (WHO) dalam publikasinya menyatakan bahwa setidaknya ada 25 juta perempuan di seluruh dunia yang mengalami hal ini. Asia menjadi wilayah dengan jumlah gejala menopause tertinggi.

Bahkan, sejak tahun 2000, Indonesia memperlihatkan peningkatan pesat. Hal ini bisa menjadi masalah, ketika dampak yang ditimbulkan cukup mengganggu kesehatan, seperti penyakit kardiovaskuler, kanker, mudahnya stres, dan osteoporosis.

Usia terjadinya

Umumnya perempuan yang mengalami hal ini, pada usia 48-55 tahun. Proses ini terjadi secara alami, tapi ada juga yang mengalaminya karena tindakan operasi, seperti pengangkatan ovarium.

Gejala awal yang dialami, yaitu ketidakteraturan menstruasi, mudah lelah dan sering mengalami nyeri sendi dan otot. Kemudian gejala ini berlanjut dengan penurunan kemampuan berpikir (mengingat), gangguan tidur, dan terjadi penurunan libido hingga akhirnya menstruasi berhenti secara permanen.

Terlalu cepat terjadinya

Penelitian menyatakan 1 dari 100 perempuan berisiko mengalami menopause dini. Biasanya perempuan yang mengalami hal ini, sudah ngga mengalami menstruasi sebelum usia 45 tahun.

Hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 menyatakan bahwa sebanyak 11.4% perempuan mengalami hal ini pada ausia 30-34 tahun dan 13.6% mengalaminya pada usia 35-39 tahun. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya hal ini, salah satunya rendahnya kadar hormon esterogen, sedangkan kadar hormon hipofisa yang merangsang ovarium tinggi.

Haid pertama perempuan

Semakin muda seseorang mengalami haid pertama (menarche), semakin lama memasuki masa ini. Cepat lampatnya seseorang menarche, salah satunya dipengaruhi faktor gizi, terutama pembentukkan lemak.

Pembentukan ini, secara ngga langsung memengaruhi cadangan hormon esterogen. Bukan hanya kecukupan gizi, tapi status gizi yang baik pada perempuan akan mencegah risiko terjadinya hal ini. Perempuan dengan status gizi kurang, cenderung berisiko mengalami hal ini.

Bagi yang sudah menikah

Salah satu penyebabnya yaitu penggunaan kontrasepsi non-hormonal. Perempuan yang menggunakan ini, cenderung mengalami mentruasi lebih panjang dibandingkan non hormonal. Hal ini disebabkan penekanan indung telur, sehingga sel telur ngga diproduksi dan ngga terjadi pengurangan sel telur.

Selain itu, paritas (jumlah kehamilan) juga memengaruhi risiko proses ini. Perempuan yang memiliki riwayat paritas, cenderung lebih sedikit mengalami hal ini. Perempuan dengan jumlah paritas banyak, memiliki jumlah siklus menstruasi yang lebih rendah dibandingkan dengan perempuan yang ngga memiliki anak/anak sedikit.

Gaya hidup,

Merokok dan aktivitas fisik, memengaruhi terjadinya hal ini. Kebiaasan merokok, akan berisiko pada menopause dini. Hal ini disebabkan adanya anti esterogen pada rokok.  Sedangkan perempuan yang jarang olahraga, berisiko mengalami hal ini. Tapi, perempuan dengan aktivitas fisik terlalu berat, berisiko mengalami hal ini dikarenakan bisa mengurangi serum esterogen.

So, Teman Sehat mencegah tejadinya menopause dini, merupakan salah satu cara agar kesehatan perempuan tetap prima. Konsumsilah makanan yang kaya akan fitoesterogen seperti papaya, kacang kedelai, melon. Selain itu, pangan yang mengandung lemak baik, sumber kalsium dan vitamin D.

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.