Salam, Sahabat Sehat! Siklus haid ngga teratur bisa menjadi salah satu penanda gangguan masalah kesehatan pada perempuan, yaitu Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Menurut National Institute of Health (NIH) di Amerika, PCOS atau dikenal dengan sindrom polikistik ovarium merupakan fenomena kelainan hormonal yang ditandai dengan adanya gangguan siklus haid. Bisa juga akibat kelebihan hormon laki-laki (androgen) dibandingkan hormon perempuan (estrogen), yang ditandai dengan munculnya rambut berlebih pada wajah dan badan, muncul jerawat, atau penipisan kulit kepala, serta penampakan sel telur yang berbentuk kista kecil dalam jumlah banyak.

PCOS merupakan salah satu penyebab ketidaksuburan yang dialami oleh perempuan. Melansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), PCOS mempengaruhi 6% hingga 12% dari 5 juta perempuan pada masa subur di Amerika Serikat. Sedangkan penelitian yang pernah dilakukan oleh Santoso, et al (2007) di Surabaya, mendapatkan PCOS sebanyak 4.5% pada perempuan usia reproduksi.
Prevalensi PCOS diperkirakan mengalami peningkatan, dengan berbagai faktor penyebab yang melatar belakanginya. Salah satunya pola makan ngga proporsional yang disertai asupan tambahan kalori berlebih. Hal ini ngga diseimbangkan dengan gerak tubuh yang cenderung menurun sehingga berpotensi terjadinya obesitas.
Hubungan siklus haid dengan PCOS
Siklus haid yang ngga teratur (amenorrhea) merupakan salah satu gambaran PCOS. Misalnya, dalam setahun hanya mengalami haid kurang dari delapan kali, atau ngga haid sama sekali. Nah, PCOS ini ngga hanya ditemui pada perempuan obesitas loh, tapi juga perempuan yang memiliki indeks masa tubuh normal.
Adanya resistensi insulin merupakan tanda bahwa kondisi kegemukan bisa menurunkan kerja sel tubuh dan menyebabkan pankreas menghasilkan insulin dalam jumlah banyak. Besaran Insulin yang tinggi dalam tubuh bisa mengakibatkan hambatan pertumbuhan dan perkembangan folikel sehingga pengeluaran oozit atau proses ovulasi menjadi terganggu. Hal ini menyebabkan siklus haid menjadi terganggu, bahkan berpotensi infertilitas.

Bagaimana Cara Menangani PCOS?
Sahabat Sehat, pemberian terapi dapat dilakukan setelah kamu memeriksakan diri ke praktisi dokter. Hal ini ditujukan untuk menilai apakah kamu termasuk dalam golongan obesitas atau normal serta penegakan diagnosa PCOS.
Upaya awal yang bisa dilakukan, yaitu dengan mengubah gaya hidup. Bisa dengan rajin berolah raga dan menjaga asupan makanan. Penggunaan obat-obatan juga dapat diberikan, seperti metformin untuk perempuan dengan obesitas, dan pil kb untuk perempuan yang ngga memiliki kegemukan.
Sahabat Sehat, mencatat jadwal siklus menstruasi itu penting loh, karena dari sini, kamu bisa menilai kesehatan tubuhmu. Selain itu, jika kamu mengalami adanya gejala klinis lainnya, kamu dianjurkan untuk segera konsultasi ke dokter. PCOS yang ngga ditangani dengan baik, dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti gangguan metabolik (diabetes mellitus, dislipidemia, dan kardiovaskular).
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
