Mengenal Pedada, Buah Mangrove Kaya Manfaat

kandungan buah mangrove atau pidada/pedada
Foto: Pixabay.com

Indonesia yang terletak di iklim tropis memiliki sumber daya alam yang beragam. Salah satunya, yaitu ekosistem hutan bakau atau mangrove. Tanaman ini banyak ditemukan di kawasan air payau, seperti di wilayah pesisir pertemuan antara pantai dan muara sungai. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki garis pantai terpanjang kedua sedunia, menjadikan mangrove dapat tumbuh dengan subur di sini.

Hutan mangrove memiliki banyak manfaat terutama bagi masyarakat pesisir. Akarnya yang bercabang dan kuat mampu menahan gelombang laut dan mencegah abrasi. Tanaman ini juga bisa membantu menjaga kualitas air dan lingkungan sebab sistem akarnya mamou menyaring dan menahan sedimen. Tak hanya pohonnya, bagian lain pada mangrove juga memiliki banyak manfaat, salah satunya pada bagian buahnya.

Pedada, Buah Mangrove yang Unik

Buah pedada atau pidada merupakan buah dari pohon mangrove jenis Sonneratia caseolarism. Buah ini menjadi salah satu jenis yang paling banyak dimanfaatkan oleh masyarakat karena ingga beracun, memiliki tekstur yang lembut dengan rasa khas yang banyak disukai. Pedada memiliki ciri khas berbentuk bulat dengan ukurannya yang sedang, bagian dasar buah tertutup oleh kelopak bunga, dan sebagian besar buah ini memiliki warna kehijauan. Tapi, pada beberapa daerah perairan air tawar seringkali ditemukan pedada yang berwarna kemerahan. Bila dimasak, buah ini akan menimbulkan aroma keasaman.

Pengelolaan dan Manfaat Buah Pedada

Buah pedada bisa dikonsumsi secara langsung atau setelah melewati proses pengolahan Pedada memiliki aroma yang harum dan kuat sehingga seringkali diolah menjadi sirup, selai, dan permen oleh masyarakat pesisir. Bagi masyarakat yang tinggal di sebagian wilayah Timor Barat, Flores, Sumba, Sabu dan Alor, buah Pedada ini juga digunakan sebagai makanan pokok pengganti beras dan jagung pada saat terjadi krisis pangan.  Dalam dunia farmasi, buah mangrove ini juga diketahui memiliki khasiat sebagai pereda nyeri dan antibakteri.

Manfaat buh pedada pidada
Foto: Pixabay.com

Kandungan Gizi

Berdasarkan hasil studi, diketahui pedada yang telah dikeringkan memiliki kandungan karbohidrat dan protein yang tinggi, lebih banyak dibandingkan dengan tepung ubi dan tepung tapioka. Pedada mengandung sekitar 77% karbohidrat dan 9% protein. Karena tinggi karbohidrat maka ngga heran bila di beberapa daerah, seringkali pedada digunakan sebagai alternatif pangan pokok pengganti beras. Selain itu, dalam 100 gram pedada segar juga mengandung 56 mg vitamin C, hampir sama dengan kandungan satu buah jeruk.

Penelitian lainnya juga sudah membuktikan adanya kandungan antioksidan pada pedada, seperti fenol, tannin, flavonoid dan saponin yang baik untuk menangkal radikal bebas. Nah, berbagai manfaat inilah yang membuat pedada sangat berpotensi untuk bisa dikembangkan lebih banyak lagi dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Sahabat Sehat, mengingat banyak sekali potensi dan manfaat dari pedada, maka sudah sepatutnya kamu ikut menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Jangan sampai terjadi pembabatan liar yang akan merusak lingkungan. Yuk, jaga sama-sama hutan mangrove!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Priyono, Aris, Ilminintyas D., Mohson, Yuliani LS., Hakim TL. 2010. Beragam Produk Olahan Berbahan Dasar Mangrove. KESEMAT. Semarang, Indonesia.

Rahim, A. C., Abu Bakar, M. F. 2018. Pidada— Sonneratia caseolaris. Exotic Fruits, 327–332

Jariyah, Widjanarko, S.B., Yunianta, Estiasih, T., Sopade, P.A. 2014. Pasting properties mixtures of mangrove fruit flour (Sonneratia caseolaris) and starches. Int. Food Res. J. 21 (6), 21612167.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.