Euforia tahun baru identik dengan bebakaran. Sebagian besar orang merayakan momen pergantian tahun dengan hidangan daging yang dibakar atau dipanggang. Kelezatan daging bakar mampu menghangatkan suasana menikmati akhir tahun. Meskipun sudah menjadi tradisi, mengonsumsi daging bakar tidak boleh berlebihan. Kamu juga perlu mengetahui cara pengolahannya yang tepat
Risiko Makan Daging Bakar
Salah satu penyebab gangguan kesehatan datang dari makanan. Makanan yang dipanggang menghasilkan senyawa AGEs (Advanced Glycation End products) dari reaksi alami antara protein dan gula yang melalui pemanasan berlebih. Kandungan AGEs berlebihan dalam tubuh menyebabkan peradangan dan berisiko menimbulkan penyakit kronis, seperti jantung dan diabetes.

Dilansir dari laman Klik Dokter, berlebihan mengonsumsi daging bakar sering dikaitkan dengan kanker. Menurut World Health Organization (WHO), kanker menyumbang hampir 10 juta kematian di seluruh dunia pada tahun 2020. Daging bakar mengandung senyawa karsinogen yaitu Heterocyclic Amine (HCA) dan Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAH) akibat proses pembakaran. HCA terbentuk dari asam amino, keratin, glukosa yang ada di otot sapi, kambing, atau ayam yang bereaksi pada suhu tinggi. PAH terbentuk saat lemak daging terkena api langsung. Kandungan karsinogen bisa bervariasi bergantung pada teknik memasaknya juga.
Tips Mengolah Daging Bakar yang Benar
Menyantap daging bakar bersama keluarga atau teman akan lebih aman jika mengetahui tips pengolahannya dengan benar. Simak yuk, tips berikut agar mengurangi risiko kesehatan yang mengancam, seperti yang dijelaskan sebelumnya.
Pilih Kompor atau Oven Dibandingkan Arang Panas
Cara memasak sangat berpengaruh pada zat yang terkandung dalam daging bakar. Disarankan untuk menggunakan kompor atau oven, dibandingkan menggunakan arang panas. Pasalnya, daging yang dipanggang di atas arang dengan suhu tinggi bisa menjadi hangus dan berpotensi menyebabkan kanker.
Pilih Daging yang Tidak Terlalu Berlemak
Sebelum siap membakar daging, fokuslah memilih daging terbaik. Pilih daging yang tidak terlalu berlemak untuk mengurangi kolesterol dan risiko kanker. Sebaliknya, daging berlemak justru berisiko ketika dibakar karena meneteskan lemak, sehingga api menimbulkan asap yang berlebihan dan memicu munculnya zat karsinogen.

Potong Daging Jadi Ukuran Lebih Kecil
Sebelum membakar daging, kamu perlu memotong daging dalam ukuran kecil atau tipis. Cara ini membuat daging lebih cepat matang dan tidak banyak bagian daging yang hangus, sehingga risiko kanker menurun.
Rebus Daging terlebih Dahulu
Merebus daging sebelum dibakar adalah solusi tepat agar daging lebih lunak. Tekstur daging yang lunak membuat proses pembakaran tidak perlu lama karena daging sudah matang dan lunak. Merebus daging juga menghilangkan lemak daging, sehingga mengurangi kolesterol dan pembentukan PAH saat lemak terkena api langsung.
Hindari Memasak Daging dalam Suhu Tinggi
Memasak dalam suhu tinggi juga perlu dihindari. Kamu tak perlu membakar daging terlalu panas karena berisiko. Membakar daging dalam suhu tinggi dan dalam waktu lama akan meningkatkan pembentukan zat karsinogen.
Sering Membolak-Balik Daging Saat Dibakar
Tips berikutnya adalah sering membolak-balik daging saat dibakar. Tujuannya agar daging tidak hangus karena salah satu sisinya terlalu lama berada di atas api. Membalik daging juga membuatnya matang secara merata dalam waktu lebih cepat, sehingga tidak terlalu lama dibakar.
Hilangkan Bagian yang Gosong Sebelum Dikonsumsi
Daging yang dibakar memang berpotensi mempunyai permukaan yang menghitam. Bagian yang menghitam tersebut harus dihilangkan untuk mengurangi risiko kanker. Jadi, jangan lupa periksa dan hilangkan bagian hitamnya sebelum dikonsumsi.
Kamu tak perlu takut mengonsumsi daging bakar. Berbagai tips di atas dapat dipraktikkan untuk menurunkan risiko terbentuknya zat karsinogen akibat proses pembakaran. Meskipun reaksi zat karsinogen berbeda-beda pada setiap orang, namun lebih baik mengurangi potensinya. Sahabat Sehat juga bisa mengonsumsi daging bersama selada, tomat, dan berbagai sayuran untuk lalapan.
