Baru-baru ini muncul kabar baik dari Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengenai program vaksin untuk mencegah kanker serviks atau vaksin HPV gratis untuk anak kelas 5-6 sekolah dasar (SD) di Indonesia. Tapi, ngga sedikit yang mempertanyakan alasan mengapa program ini hanya digratiskan untuk anak SD. Oleh karena itu, yuk pahami pentingnya vaksin HPV untuk anak di sini!

Vaksin HPV
Vaksin HPV adalah vaksin yang bermanfaat untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh human papilloma virus. Diketahui bahwa virus tersebut bisa menyerang perempuan maupun laki-laki pada sel epitel di kulit dan membran mukosa hingga akhirnya menyebabkan kanker. Penyakit yang seringkali dijumpai oleh virus ini adalah kanker leher rahim (kanker serviks) dengan cara penularan utamanya melalui kontak atau hubungan seksual.
Kasus kanker serviks di dunia menduduki peringkat kedua sebagai penyebab kematian terbanyak pada perempuan setelah kanker payudara. Hal ini tentu aja meningkatkan kebutuhan masyarakat akan vaksinasi HPV. Indonesia sendiri telah menambah 3 jenis vaksin imunisasi rutin, salah satunya vaksin HPV karena tingginya angka kematian ibu akibat kanker serviks. Program ini direncanakan sudah dilaksanakan di seluruh provinsi dan kabupaten/kota pada tahun 2023.
Vaksin HPV Lebih Efektif Diberikan pada Anak
Masyarakat banyak beranggapan bahwa vaksin HPV pada anak ngga perlu dilakukan karena pada usia mereka hubungan seksual belum dilakukan. Tapi, Menkes Budi menjelaskan bahwa alasan yang melatarbelakangi program tersebut adalah vaksin HPV akan berkerja lebih optimal ketika diberikan kepada anak yang belum mendapatkan menstruasi.

Ikatan Dokter Anak Indonesia pun menjelaskan hal yang sama bahwa vaksin HPV justru mesti diberikan sebelum orang tersebut berhubungan seksual, mengingat bisa aja orang tersebut sudah terinfeksi HPV apabila pemberian vaksin HPV baru diberikan saat sudah melakukan hubungan seksual.
Di samping itu, manfaat yang akan dirasakan oleh anak penerima vaksin HPV, yakni hanya membutuhkan 2 dosis untuk usia 10-13 tahun, sedangkan untuk usia remaja akhir atau 16-18 tahun memerlukan 3 dosis. Penelitian juga membuktikan bahwa vaksin HPV mampu membangun kadar antibodi yang tinggi pada anak usia 10-13 tahun dibandingkan dengan usia remaja akhir.
Sahabat Sehat, itulah tadi penjelasan sekilas tentang vaksin HPV untuk anak yang bisa menjadi upaya pencegahan penyakit yang lebih murah dan lebih efektif. Semoga informasi ini bermanfaat dan jangan lupa sebarkan ke orang terdekat kamu, ya!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
